Kamis, 17 Mei 2012 | 06:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Menimbang Arah BI Rate
Headline
inilah.com/Ardy Fernando
Oleh: Th. Asteria
ekonomi - Rabu, 8 Februari 2012 | 10:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan berkelanjutan. Namun, tingginya tingkat inflasi Januari memicu pertanyaan, apakah Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunganya kali ini.

Anton H. Gunawan, ekonom dari Bank Danamon memperkirakan, BI akan memangkas suku bunganya pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada Kamis (9/2),” Kami berharap BI memotong suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75% pada tanggal 9,” ujarnya dalam riset terbaru.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di sisi aman dan diprediksikan tetap kuat tahun ini, meskipun relatif lebih moderat dibandingkan 2011. Kendati ada kemungkinan meningkatnya tekanan inflasi dari terealisasinya rencana pengurangan subsidi BBM dan kenaikan harga listrik, hal ini diyakini tidak akan menghambat aksi BI dalam menurunkan suku bunganya.

“Terutama karena naiknya permintaan masih disertai tumbuhnya kapasitas produksi dan peningkatan investasi di konstruksi bangunan gedung dan mesin.”

Lebih jauh disebutkan, bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan rating investment grade Indonesia, dapat meningkatkan kepercayaan investor asing pada aset Indonesia. “Kami berharap ada arus portofolio yang masuk ke pasar saham dan obligasi, dan pada investasi langsung (FDI),” katanya.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal empat tercatat -1,3% qtq atau 6,5% yoy, sehingga untuk 2011 tercatat 6,5%. Angka ini di atas prediksi Bank Dunia sebesar 6,4% dan IMF yang mencapai 6,3%.

Dorongan ekonomi masih bersumber pada sektor berbasis pasar domestik, sedangkan konsumsi pemerintah hanya mendorong pertumbuhan sebesar 0,3% dari 6,5% pertumbuhan total.

Namun, inflasi Januari tercatat 0,76% mom atau 3,65% yoy. Tekanan inflasi terutama masih berasal dari naiknya harga kelompok bahan makanan. Sedangkan untuk kelompok sandang tercatat deflasi karena turunnya harga emas.

Terkait tingginya inflasi, Lana Soelistianingsih, Kepala Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan, BI akan mempertahankan suku bunganya kali ini,”Angka inflasi Januari yang cukup tinggi akan membuat BI rate tetap di 6%,”katanya.

Apalagi pemerintah mulai 1 April mendatang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10% dan akan melarang mobil plat hitam menggunakan premium subsidi. Menurut pemerintah, kedua komponen tersebut diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,8%. “Namun kami perkirakan dampak totalnya memberikan tambahan inflasi hingga 2%,”tuturnya.

Ia pun memperkirakan, angka inflasi 2012 akan berkisar antara 4,9% s.d 5,5% dengan belum mempertimbangkan kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Menurut Lana, pertumbuhan Indonesia masih berbasis ekonomi domestik, sehingga sektor yang pertumbuhannya tinggi adalah sektor non-tradable. Sektor ini diproduksi dan dikonsumsi di dalam negeri.

Namun, ketidakjelasan kebijakan pemerintah soal bahan bakar minyak menyebabkan investor menahan keputusan untuk berinvestasi. “Selain itu, masyarakat akan menahan keputusannya untuk belanja, sehingga konsumsi turun.”

Bagaimanapun, Lana memperkirakan, pada kuartal pertama 2012, pertumbuhan diperkirakan masih tinggi karena ada panen raya dan kenaikan harga crude palm oil di pasar internasional. Sektor pertanian diperkirakan tumbuh 2%, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 1,9%.

Sementara sektor manufaktur akan sedikit meningkat. Ekspor ke Amerika Serikat diperkirakan akan terus meningkat walaupun tidak signifikan, seiring membaiknya ekonomi negara adidaya tersebut. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.