Kamis, 17 Mei 2012 | 06:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Harga BBM China Naik Mulai Hari Ini
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: Bachtiar Abdullah
ekonomi - Rabu, 8 Februari 2012 | 11:38 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Beijing- Meskipun penduduknya sudah mencapai miliaran, China tidak segan-segan mengambil keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Mulai Rabu (08/02/2012) hari ini, National Development and Reform Commission (NDRC), semacam Bappenas-nya China menaikkan harga bensin unleaded dan minyak diesel menjadi 300 yuan atau sekitar US$ 47,53 per ton.

NDRC yang superkuat dan dihargai lembaga-lembaga lain di China, menetapkan harga dasar eceran bensin naik 0,22 yuan per liter, sedangkan minyak diesel naik 0,26 yuan per liter. Kurs 1 yuan setara US$15 sen.

Perubahan harga BBM terakhir ini, menurut NDRC, karena harga minyak mentah di pasar internasional naik dan ongkos operasional kilang BBM di China juga ikut naik. Pejabat NDRC mengatakan, kenaikan harga BBM ini akan menjadi motivasi kilang-kilang minyak China untuk memastikan suplai BBM di pasar domestik (domestic obligation), menjadi pedoman dasar bagi tingkat konsumsi BBM yang rational serta menggalakkan penurunan emisi gas buang.

Perubahan harga BBM China juga terjadi pada 8 Oktober tahun lalu, ketika untuk pertama kali NDRC melakukan pemotongan harga BBM dalam 16 bulan, menghindari mendakinya harga BBM dari rekor tertinggi.

Sistem harga jual BBM China disosialisaikan pada Mei 2009. Sistem ini memberikan keleluasaan kepada NDRC untuk menyesuaikan harga BBM untuk pasar domestik ketika harga minyak mentah Brent, Cinta dan Dubai naik atau turun 4 persen secara berturut-turut dalam 22 hari kerja.

Panduan penyesuaian harga BBM dari NDRC ini menjadikan pasar menjadi lebih tenang dan bisa mengkalkulasi perhitungan bisnisnya. Sedangkan Pemerintah China tidak menjadi bulan-bulanan para demonstran yang menolak kenaikan harga BBM, karena dari awal sudah tahu kalkulasi terbuka jika ada kenaikan BBM.

Padahal di sini, di Indonesia ini, naik atau tidaknya harga BBM, terus menjadi teka-teki ibarat menghitung kancing baju, jadi naik atau tidak jadi naik. Ujung-ujungnya subsidi BBM yang memanjakan rakyat menjadi komoditas politik tebar pesona, tapi menjadi beban utang yang harus ditanggung anak cucu kelak. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.