INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia mengungkapkan, posisi cadangan devisa per Januari 2012 mencapai US$112 miliar.
"Transaksi berjalan diperkirakan akan mengalami defisit seiring dengan menurunnya pertumbuhan ekspor, sementara impor masih relatif besar," kata Kabiro Humas BI Difi A Johansyah dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I-2012, lanjutnya, akan ditopang oleh transaksi modal dan finansial seiring dengan aliran investasi asing langsung (FDI) dan portofolio yang diperkirakan meningkat. Hal tersebut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. "Selain itu, pencapaian investment grade diperkirakan akan memperkuat sentimen positif terhadap perekonomian Indonesia," ujarnya.
Dengan adanya perkembangan tersebut cadangan devisa sampai dengan akhir Januari 2012 mencapai US$112 miliar. "Atau setara dengan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," tuturnya. [mre]