INILAH.COM, Jakarta- Kepercayaan diri investor terhadap emas terus bertumbuh. Para analis pun yakin, harga logam mulia ini akan melampaui US$2000 per ounce tahun ini.
Fund manager Kanada Eric Sprott meyakini harga emas akan bullish dalam 10 bulan ke depan. Ia memprediksikan, level tertinggi sepanjang sejarah, yakni US$ 2000 per troy ounce akan tercapai tahun ini. Sementara perak juga akan mengikuti, dengan menembus level US$50.
Apresiasi di pasar spot ini akan berdampak pada tingkat kenaikan sekitar 20-64% dari valuasi ketika emas diperdagangkan di US$1.658,9 per troy ounce dan perak di US$30,52.
Sedangkan Suki Cooper, analis dari Barclay’s Capital memprediksikan, harga rata-rata emas 2012 akan berada di level US$2000. Menurutnya, permasalahan ekonomi global akan menjaga minat investor terhadap logam mulia tetap positif. Apalagi bila pemimpin Eropa gagal menuai kesepakatan soal resolusi krisis. Bank sentral juga diyakini masih giat menambah cadangan emas.
Steven Butler, Managing Director, Senior Gold Analyst, Canannord Genuity juga memaparkan hasil risetnya yang optimistis, terutama untuk produsen emas.
“Kami jelas telah melihat penurunan yang terus berlipat ganda. Ini adalah hal pertama yang perlu diperhatikan. Tingginya harga komoditas berarti koreksi yang lebih rendah, yang terjadi di seluruh komoditas, baik tembaga, logam dasar, emas atau perak.
Kami memperkirakan penurunan saham emas yang lebih tipis, dari prediksi sebelumnya. Namun, kami masih melakukan beberapa penilaian ulang untuk kelompok yang lebih besar. Penilaian ini digerakkan bertambahnya arus kas per saham tahun ini, seiring tingginya harga emas. Demikian juga kenaikan dividen dan pasokan yang mungkin muncul dengan harga lebih tinggi."
Owen Hegarty, Direktur AusIMM Mineral Institute menjelaskan pandangannya tentang emas sebagai aset investasi "Penilaian kami sangat jelas bahwa emas memiliki semua atribut permintaan yang sangat kuat, seperti mata uang, komoditas, penyimpan nilai, safe haven dan semua masih berlaku.”
Pada kondisi ini, ada permintaan yang kuat dan pasokan yang cukup. Namun, hanya ada satu hal yang dapat terjadi pada harga emas jika berada di bawah tekanan. “Untuk target harga emas, tahun depan atau lebih, jangan terkejut melihatnya mencapai US$ 2.000."
Analis HSBC pun mengeluarkan prediksi untuk harga emas pada 2012. Disebutkan, logam mulia ini akan berada di kisaran US$2025, sebelum mencatat rata-rata harga sekitar US$1850 pada 2013. Riset HSBC memperkirakan bull market bagi emas dalam 10 tahun mendatang.
“Perkembangan situasi di Eropa, sengketa valuta antara Amerika Serikat dan China serta isu global lain akan menjadi pendongkrak harga emas.” [ast]