INILAH.COM, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menjelaskan alasan BI menurunkan suku bunga (BI Rate) menjadi sekitar 5,75% melewati beberapa pertimbangan yang sangat matang.
"Kita melakukan penurunan suku bunga (BI Rate) melewati beberapa pertimbangan yang ada," ujar Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah di Jakarta, Kamis (9/2).
Dia menjelaskan beberapa pertimbangannya. Pertama, yang jelas BI melihat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, didalamnya memberikan stimulus. Kedua, BI juga melihat kurs rupiah relatif stabil sehingga itu tidak akan banyak berpengaruh kepada stabilitas kurs. Apalagi BI masih tetap melihat arus modal masuk ke Indonesia yang kemungkinannya akan semakin besar.
"Untuk yang ketiga sendiri, saya rasa memang dalam konteks kebijakan moneter yang sekarang, kita sendiri ingin melakukan langkah-langkah normalisasi suku bunga yang diumumkan oleh Bank Indonesia," katanya.
Ia pun menjelaskan, sekarang tinggal melihat hasil lelang tadi SBI 9 bulan. Trennya sudah menurun sekitar di bawah 4%. Dengan BI rate 5,75% maka sudah dekat dengan suku bunga jangka panjang itu tercermin dari yield obligasi pemer 20 tahun. "Artinya kita berhadapan dengan situasi dimana likuiditas sistem perbankan yang terlalu berlebih," jelasnya.
Lanjut dirinya, untuk hal tersebut perlu suatu langkah-langkah agar suku bunga dalam pengertian term structure menjadi lebih baik. [hid]