INILAH.COM, Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Banten 3 x 315 MW sudah mampu memasok listrik sekitar 300 mega watt (MW) ke daerah Jakarta.
Hal ini seiring dengan telah beroperasinya dua sirkuit Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Lontar – New Tangerang. Demikian disampaikan Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto pada siaran pers di Jakarta Kamis (9/2). Proyek itu telah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 Januari 2012 lalu.
"Tambahan daya 300 MW ini menjadikan sistem listrik Jakarta semakin handal karena menjadikan cadangan daya yang tersedia menjadi lebih besar. Dimana beban puncak listrik Jakarta dan Tangerang saat ini sekitar 5.800 MW yang dipasok dari beberapa pembangkit dan gardu induk," ungkap Bambang.
Selain menambah kehandalan pasokan, lanjut Bambang kiriman listrik dari PLTU Lontar ini sangat besar artinya bagi pengurangan konsumsi bahan bakar minyak yang digunakan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang.
"Nanti pada saat 3 unit PLTU Lontar beroperasi, ketiganya mampu menghasilkan daya listrik sebesar 500 MW. Daya sejumlah ini dapat menggantikan listrik yang dihasilkan oleh PLTGU & PLTU Muara Karang. Sekaligus menjadikan PLN mampu membuat penghematan di sisi pemakaian energy primer," ujar Bambang.
Dengan tambahan pasokan listrik dari PLTU Lontar maka sebagian PLTGU dan PLTU Muara Karang yang selama ini dioperasikan dengan bahan bakar minyak (BBM) dapat diistirahatkan. "Pada saat nanti 3 unit PLTU Lontar beroperasi maka akan bisa memasok Jakarta sekitar 500 MW. Hal ini akan dapat menghemat pemakaian BBM sekitar Rp 488 milyar per bulan," jelas Bambang. [hid]