INILAH.COM, Jakarta - Adanya pemangkasan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% bukan karena faktor perbaikan ekonomi di Indonesia.
"Dari sepanjang sejarah ini bisa terjadi karena memburuknya perekonomian global, dan memberikan efek positif ke perekonomian Indonesia. Adanya masalah global untuk keuntungannya sendiri ke kita. Jadi bukan karena basis ekonomi yang ada, tetapi hanya bonus," ujar Ekonom Indef, Aviliani, Kamis (9/2/2012).
Menurutnya sendiri, jika kondisi global mulai membaik, Indonesia nantinya akan kembali kena imbas negatif yang salah satunya melemah nilai rupiah.
Lanjut Aviliani, untuk 6 bulan ke depannya inflasi akan cenderung lebih tinggi, sehingga akan memaksa bank sentral untuk menaikkan kembali suku bunga acuannya. Untuk perkiraannya sendiri enam bulan ke depan inflasi naik 1%.
Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini memutuskan untuk menurunkan BI rate menjadi 5,75% dari level sebelumnya di 6%. [hid]