INILAH.COM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution belum mau berkomentar banyak soal penawaran yang dilakukan Yawadwipa Companies untuk membeli PT Bank Mutiara Tbk.
"Belum, belum. Saya belum mau komentar soal itu," ujarnya singkat, Jumat (10/2/2012) di Gedung BI, Jakarta.
Sebelumnya diberitakan, Yawadwipa Companies, perusahaan asal Singapura, mengaku telah menyampaikan minat secara resmi kepada penasihat keuangan PT Bank Mutiara Tbk (eks Bank Century) untuk mengakuisisi Bank tersebut dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Presiden Direktur Yawadwipa C Christopher Holm mengatakan, Yawadwipa siap mengakuisisi 100% saham Mutiara dengan harga aman yaitu sekitar Rp6,7 triliun, atau dengan tingkat suku bunga, sekitar US$750 juta.
Selain mengakuisisi penuh, kata dia, perusahaan juga menyediakan penambahan modal langsung untuk meningkatkan rasio modal dan mempercepat pertumbuhan.
"Yawadwipa berharap untuk mendiskusikan kepentingan strategis di bank dengan berbagai pelaku di sektor publik dan swasta," ungkapnya dalam
keterangan pers, beberapa waktu lalu di Jakarta. [mre]