INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan tetap mempertahankan asumsi inflasi 2012 pada kisaran 4,5% plus minus 1% kendati akan ada penerapan pembatasan BBM bersubsidi.
Demikian diungkapkan Gubernur BI Darmin Nasution di Gedung BI Jakarta, Jumat (10/2/2012). "Kalau skenario yang akan ditempuh pembatasan BBM
bersubsidi maka kita percaya inflasi tahun ini masih dalam range yang kita pekrirakan," ujarnya.
Demikian pula bila ternyata pemerintah menaikkan harga BBM. Darmin tetap yakin inflasi masih tetap dalam target BI. "Kita tebntu saja tidak
memperkirakan kenaikan harga itu tidak terlalu besar. Sehingga sebagai gambaran inflasinya kita memperkirakan masih di dalam range target
kita pada tahun ini," jelasnya.
Menurutnya, dalam dua bulan ke depan, inflasi secara year on year cenderung stagnan bahkan turun. "Kita disini situasinya kan satu inflasi kita terkendali. Dua bulan ke depan inflasi year on year kecenderungannya kalau tidak tetap, malah turun ke bawah," tuturnya.
Sebagai informasi, inflasi tahun kalender Januari-Desember 2011 mencapai 3,79% atau secara tahunan (year on year) 3,79%. [mre]