INILAH.COM, Jakarta - Pertumbuhan volume transfer valuta asing (valas) PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencapai 17% sepanjang tahun 2011, bila dibandingkan tahun 2010. Salah satunya disumbang dari jasa pengiriman uang (remittance) Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Wakil Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Catherine Hadiman menuturkan, potensi bisnis remittance sangat besar. Hal ini membuat banyak phak baik dari kalangan perbankan dan non bank yang terjun ke bisnis ini, meski persaingannya terbilang ketat. Perseroan sendiri optimis dapat meraih pasar yang masih terbuka lebar dari bisnis ini.
"Volume transfer valas CIMB Niaga hingga akhir Desember 2011 mengalami peningkatan sebesar 17 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan pangsa pasar CIMB Niaga mengalami kenaikan sebesar 12 persen," tutur Catherine dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Saat ini, produk transfer valas CIMB Niaga tersedia dalam 130 mata uang asing dengan sistem online di seluruh kantor cabang CIMB Niaga yang berjumlah 626 per September 2011. Selain itu, CIMB Niaga juga membuka layanan transaksi MYR (malaysian ringgit) payment ke Malaysia dan China Yuan ke Cina secara dengan sistem satu hari (same-day). Dari sisi incoming, mayoritas transaksi incoming transfer valas dibukukan pada hari yang sama terkait dengan implementasi through process yang telah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu.
Sementara untuk layanan remittance TKI, Catherine menuturkan, sepanjang 2011 lalu volume terbesar transaksi remittance TKI melalui CIMB Niaga berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, Bahrain, dan Saudi Arabia. Adapun tahun 2010, volume transaksi terbesar berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, Hong Kong dan Bahrain.
CIMB Niaga juga melakukan kerja sama dengan perusahaan jasa pengiriman uang yang bersifat global yaitu MoneyGram, di mana jaringan MoneyGram tersebar di 256 ribu lokasi yang terdapat pada 192 negara. Kerjasama bilateral tersebut juga dilakukan dengan Western Union. [mre]