INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bakal mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp1,3 triliun, kepada Kementerian Keuangan untuk penyediaan 250 ribu unit rumah swadaya.
Menteri Perumahan Rakyat Djan Fariz mengaku sudah melaksanakan program bedah rumah (swadaya) untuk masyarakat miskin yang masuk dalam jangka waktu 100 hari masa kerja jabatannya.
"Selama ini yang dikerjakan untuk pengadaan rumah swadaya, bukan untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), yang mempunyai penghasilan tetap sekitar Rp2,5-4,5 juta. Tetapi bagi saya yang penting adalah swadaya, karena ini untuk masyarakat miskin," paparnya di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Ia menyatakan, untuk target FLPP adalah sebanyak 1,35 juta unit rumah dan untuk rumah swadaya sebanyak 1,25 juta unit rumah. "Rumah swadaya bagi bos tanah abang masih sangat berprioritas. Apa lagi mereka sendiri masih berada di garis kemiskinan. Jadi pemerintah berupaya membantu untuk masyarakat tidak mampu," ungkapnya.
Tahun ini, Kemenpera menargetkan pembangunan rumah swadaya sebanyak 60 ribu unit rumah yang terdiri dari 40 ribu unit rumah untuk diperbaiki dan 20 ribu unit rumah baru. "Atas dasar ini, kami ingin meminta dana tambahan anggaran dari Kemenkeu sekitar Rp 1,3 triliun. Anggaran tersebut kita akan meningkatkan pembangunan 250 ribu rumah perbaikan," ungkapnya. [mre]