INILAH.COM, Jakarta - Krisis keuangan di Eropa dan AS akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, Indonesia memiliki banyak kelebihan untuk menghadapinya dibandingkan negara berkembang lainnya.
"Salah satu kelebihannya dibanding negara berkembang lain adalah kita punya ruang untuk melakukan counter-cycle baik di moneter maupun fiskal," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, di Gedung BI Jakarta, Jumat, (10/2/2012).
Ruang di fiskal yang dapat menahan krisis adalah defisit Indonesia nilainya kecil. Jika defisitnya dibesarkan sedikit, maka itu bisa menjadi insentif kepada perekonomian. "Kita juga negara yang rasio kredit terhadap GDP paling rendah di kawasan. Itu juga memberikan ruang untuk mendorong supaya pertumbuhan bisa meningkat lagi," imbuh Darmin.
Krisis keuangan di Eropa dan AS, lanjutnya, akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Alasannya, krisis tersebut akan mempengaruhi ekspor Indonesia cukup besar. "Dan itu akan tertransmisikan juga pada pertumbuhan ekonomi kita," tuturnya.
BI berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi tidak bisa ke atas dari target range pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012. "Paling tidak mendekati range yang kita perkirakan, 6,3%-6,7% itu." [tjs]