INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, jika tarif
dasar listrik (TDL) dan BBM jadi dinaikkan maka inflasi tahun ini
masih terjaga dalam kisaran 4,5% plus minus 1%.
"Kalau TDL itu naik pada waktu kita perhitungkan antara 4-4,5%. Kalau
ada pembatasan subsidi BBM maka inflasi kita akan bergerak pada
5,2%-5,3%," ucap Gubernur BI Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Namun, jika BBM bersubsidi dinaikkan maka kenaikan inflasi tergantung
dari kenaikkan harga BBM. "Kalau harga (BBM) dinaikkan, memang
tergantung, naiknya berapa. Saya tidak bisa jawab itu. Beda kalau
naiknya Rp500, Rp1.000. tapi sejauh yang kita perkirakan," ujar Darmin.
Hal senada diungkapkan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono yang
mengatakan, inflasi tahun ini masih dalam kisaran target. Meskipun
terjadi kenaikan TDL dan BBM.
"Kita harus hati-hati yang administered price. Kita belum tahu rencana
kenaikan BBM (bahan bakar minyak). Namun ada beberapa administered
price yang lain, kalau ada kenaikan TDL (tarif daftar listrik) kami
hitung dalam perkiraan inflasi pencapaian 4,5% 1 masih tercapai," kata Hartadi. [mel]