INILAH.COM, Athena - Perdana Menteri Yunai Lucas Papademos mendapatkan persetujuan dari kabinet untuk pemotongan anggaran yang lebih dalam diperlukan untuk mengamankan paket kedua dari bantuan internasional.
Hal itu dilakukan untuk menghilangkan kendala dalam mencegah keruntuhan keuangan. Seorang sumber menuturkan, kabinet menyetujui dokumen 287-halaman dengan suara bulat. Dengan persetujuan itu berarti Parlemen dengan 300 kursi anggota akan memberikan suara kemungkinan besok pada langkah-langkah anggaran sebesar 7% dari produk domestik bruto (PDB) selama tiga tahun ke depan. Selain itu, swap utang untuk memotong utang 100 miliar euro dari utang swasta sebesar 200 miliar euro.
Persetujuan tersebut ditutup setelah seminggu ketegangan di Athena antara Uni Eropa dan pejabat Dana Moneter Internasional (IMF). Di mana IMF berdebat dengan pejabat pemerintah Yunani terkait pengamanan dana bailout senilai 130 miliar euro. Demikian seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (11/2/2012).
Papademos mencapai kesepakatan dengan tiga pemimpin partai. Dengan beberapa minggu tersisa bagi negara untuk memegang restrukrisasi utang terbesar menjelang pembayaran obligasi senilai 14,5 miliar euro pada 20 Maret. Sementara itu, Papademos menghadapi pengunduran diri lima menteri dalam dua jam dan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Athena selama serangan anti-penghematan.
Selain itu, kegagalan untuk mengamankan paket penyelamatan mengancam 11 juta orang Yunani dengan default yang akan menghentikan pembayaran gaji dan pensiun serta menutup sekolah, rumah sakit dan bisnis.