INILAH.COM, Jakarta – Pemerintah membahas perkembangan perekonomian global untuk melihat kemungkinan pemerintah mengubah target pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pertumbuhan ekonomi sekitar 6,7% masih sangat terbuka.
"Memang tadi ada pembahasan mencermati perkembangan global. Bank Dunia juga mengkoreksi pertumbuhan dunia dari 4% menjadi 3,4%. Hal tersebut memang kita cermati, tapi tentu tidak terlalu terburu-buru," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
Menurut dia, belanja nasional dialokasikan Rp 1.400 triliun. Jika pemerintah benar-benar disiplin mengalokasikan anggaran tersebut, maka target pertumbuhan ekonomi akan terpenuhi. "Jadi kalau kita disiplin maka akan memberikan dorongan (terhadap pertumbuhan ekonomi)," katanya.
Investasi dalam negeri juga masih cukup kuat. Ada negara-negara tertentu tidak memberikan suatu prospek yang bagus terhadap investasi. Tentu nantinya dana-dana tersebut akan lari ke negara yang memiliki prospek bagus terhadap investasi, seperti Indonesia.
Hatta menambahkan, Indonesia juga memiliki banyak proyek yang bisa dijual kepada investor. Namun, faktor penggerak ekonomi masih akan terpusat di konsumsi.
“Untuk investasi tentu memiliki peran tersendiri. Namun saya melihat belanja masyarakat cukup kuat. Dari sisi inflasi masih terjaga, meskipun ada koreksi terhadap ekspor karena pelemahan dan permintaan. Sebagai contoh kita bisa melakukan perluasan pasar domestik untuk mengisinya.” [tjs]