INILAH.COM, San Francisco - Minyak mentah terhambat kenaikannya pada Kamis (16/2) dinihari tadi.
Hal ini terjadi setelah risalah dari Komite Pasar Terbuka Federal terbaru dirilis, serta menyusul bursa saham AS yang melemah.
Minyak mentah untuk pengiriman Maret naik 82 sen atau 0,8% menjadi US$ 101,58 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak diperdagangkan sekitar US$ 101,85 sesaat sebelum rilis, yang menunjukkan bahwa hanya beberapa anggota FOMC yang menyukai ide pelonggaran kuantitatif pada pertemuan Januari. [ast]