Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 02:02 WIB

Data Ekonomi Hapus Minat Terhadap Emas

Jumat, 17 Februari 2012 | 00:11 WIB
Data Ekonomi Hapus Minat Terhadap Emas
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, San Francisco - Harga emas berjangka terkoreksi Kamis (16/2) waktu setempat karena rilisnya beberapa data ekonomi yang positif.

Hal ini dipicu penurunan klaim pengangguran AS mingguan ke level terendah dalam hampir empat tahun serta peningkatan housing start pada Januari yang melebihi estimasi. Situasi ini meluruhkan daya tarik logam.

"Emas tertekan oleh fundamental AS yang lebih baik pagi ini, menarik beberapa aset berisiko kembali ke saham dan sedikit menjauh dari emas," kata Richard Hastings, ahli strategi makro Global Hunter Securities.

Emas berjangka untuk pengiriman April turun US$ 12,10 atau 0,7% menjadi US$ 1.716 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange, menghapus kenaikan 0,6% dari perdagangan sebelumnya. Emas sebelumnya sempat menyentuh level terendah di US$ 1.706,70 per ons.

Harga emas diperdagangkan pada posisi terendah, setelah data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu turun 13 ribu menjadi 348 ribu.

Konstruksi baru perumahan AS naik pada Januari sebesar 1,5% untuk tingkat tahunan mencapai 699 ribu, estimasi dari Biro Sensus dan Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan. Sementara survei para ekonom MarketWatch memperkirakan kenaikan 688 ribu.

Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa indeks harga produsen naik, di bawah esktimasi. "Dengan latar belakang tersebut, pasar ekuitas AS fokus pada fundamental saham dan pertumbuhan," kata Hastings.

Penguatan dolar AS, yang dipicu koreksi euro atas keprihatinan tentang nasib paket bailout Yunani, juga memberikan kontribusi terhadap penurunan emas yang berdenominasi dolar AS.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik menjadi 79,804 dari 79,641 akhir Rabu.

Ketidakpastian masa depan Yunani di zona euro tetap tinggi, setelah pejabat Uni Eropa akan menunda bantuan berikutnya sampai setelah pemilihan digelar pada April. [ast]

Komentar

Embed Widget
x