Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 29 Januari 2015 | 13:15 WIB
Hide Ads

Korupsi Mamin Cianjur Munculkan Tersangka Baru ?

Oleh : Jaka Permana | Jumat, 17 Februari 2012 | 21:05 WIB

Berita Terkait

Korupsi Mamin Cianjur Munculkan Tersangka Baru ?
Kasus dugaan Korupsi Mamin Gate di Kabupaten Cianjur baru menetapkan dua tersangka yang juga pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) disana. - ilustrasi

INILAH.COM, Bandung - Kasus dugaan Korupsi Mamin Gate di Kabupaten Cianjur baru menetapkan dua tersangka yang juga pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) disana. Namun, tidak menutup kemungkinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menambahkan tersangka baru terkait kasus yang merugikan negara Rp7,5 miliar itu.

Disebut-sebut Bupati Cianjur Tjetjep Mochtar Saleh sudah ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus tersebut. Namun, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Fadil Zumhanna menunggu perintah dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar Yuswa Kusumah mengenai penetapan kasus tersebut. Kejati juga sudah memeriksa 36 saksi agar kasus tersebut menjadi terang.

"Setelah kami memeriksa 36 saksi, kasus ini bisa semakin terang. Insya Allah nanti bakal ada tersangka baru," ujar Fadil kepada wartawan di ruang kerjannya, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Jumat (17/2/2012).

Pernyataan Fadil tersebut membuat pertanyaan yang sangat besar. Bisa saja para pejabat yang sudah diperiksa menjadi saksi pun tiba-tiba statusnya bisa menjadi tersangka. Mereka waswas apakah salah satu orang yang akan dijadikan tersangka.

Kasus ini mencuat dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kejanggalan dalam penggunaan anggaran tersebut. Kemudian, Kejaksaan melakukan penyelidikan hingga pemeriksaan di kantor Pemkab Cianjur. Petugas oun sempat melakukan penggeledahan di kantor Pemkab Cianjur untuk mengambil sejumlah berkas.

Tim penyidik Kejati Jabar menemukan beberapa kejanggalan penggunaan anggaran di lingkungan Pemkab Cianjur. Salah satu di antaranya, yakni dana makan minum kepala daerah. Dari hasil pemeriksaan, ditaksir kerugian negara mencapai Rp7,5 miliar pada tahun anggaran 2007-2010.[ang]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.