INILAH.COM, Jakarta - DPR berharap panitia seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertahankan minimal tiga orang calon dari Bank Indonesia.
Hal ini agar salah satunya bisa ditempatkan sebagai direktur eksekutif perbankan OJK. Anggota Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menyatakan, di dalam OJK akan ada tiga bidang utama yaitu perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan non bank, yang masing-masing bidang akan dipimpin oleh direktur eksekutif. Dan untuk mempermudah jalannya OJK, ia menilai posisi direktur eksekutif pengawas perbankan harus berasal dari kalangan BI. "Ini agar fleksibel dan siap, karena OJK kan lembaga baru," tuturnya kepada INILAH.COM di Jakarta.
Menurutnya, BI yang juga masuk sebagai panitia seleksi DK OJK, harus bisa mempertahankan minimal tiga orang BI dari sekian orang di lingkungan tersebut yang turut dalam pencalonan DK OJK. Hal ini sehubungan dengan pengalaman BI sebagai teknisi pengawas perbankan. "Supaya dewan gubernur atau gubernur BI yang menjadi Pansel OJK turut memperjuangkan orang-orangnya," tuturnya.
Seperti diketahui, Pansel DK OJK telah mengumumkan 87 orang yang lolos tahap I calon DK OJK. Dari sekian nama, sebagian berasal dari lingkungan BI diantaranya Irwan Lubis (Kabiro Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI), Joni Swastanto (Kepala KBI Semarang), Muliaman Hadad (Deputi Gubernur BI), Umar Joworo (Badan Supervisi Bank Indonesia), Wimboh Santoso (Direktur Penelitian dan Pengaturan BI). [cms]