Kamis, 31 Juli 2014 | 06:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Warga Antusias Saksikan Mahkota Binokasih Diarak
Headline
Mahkota Binokasih, peninggalan Kerajaan Pajajaran yang diberikan kepada Sumedang Larang, diarak di sepanjang jalan kota Sumedang, Kamis (23/2/2012). - inilah.com/Vera Suciati
Oleh: Vera Suciati
ekonomi - Kamis, 23 Februari 2012 | 12:07 WIB

INILAH.COM, Sumedang - Mahkota Binokasih, peninggalan Kerajaan Pajajaran yang diberikan kepada Sumedang Larang, diarak di sepanjang jalan kota Sumedang dalam acara Helaran Benda Pusaka Museum Yayasan Pangeran Sumedang (YPS), Kamis (23/2/2012).

Selain mahkota yang diberikan Prabu Siliwangi pada 1580 M kepada Pangeran Geusan Ulun ini, diarak pula sejumlah barang pusaka kerajaan lainnya, yaitu tujuh keris di antaranya pedang Ki Mastak milik Geusan Ulun.

Mahkota Binokasih diarak dengan menggunakan Kereta Naga Paksi. Kali ini kereta tersebut tidak ditumpangi siapapun hanya ada mahkota yang diletakkan di kursi kereta. Sebelumnya, mahkota ini diletakan oleh Bupati Sumedang Don Murdono dari penyimpanannya di Museum ke kursi kereta.

Ketua Pemangku Adat Museum YPS Rd Ahmad Wiriaatmaja mengatakan mahkota ini diarak untuk memperingati Maulud Nabi sekaligus melestarikan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Sumedang Larang.

“Sebagai pelestarian budaya dan benda-benda pusaka pada masa-masa sejarah saja, yaitu ketika Sumedang masih berbentuk kerajaan yakni Sumedang Larang,” kata Aom Ahmad, sapaan akrabnya.

Aom Ahmad juga menyebutkan pada zaman dulu, mahkota Binokasih ini dilimpahkan dari Kerajaan Pajajaran ke Sumedang Larang dengan tujuan untuk menyatakan kepada semua rakyat Sunda bahwa kerajaan Sunda masih ada. Sekarang, ketika mahkota Binokasih tersebut ada di Sumedang, YPS juga ingin menyatakan bahwa budaya Sunda masih lekat terjaga di masyarakat.

Helaran ini mendapatkan antusiasme dari warga Sumedang karena tidak setiap tahun juga helaran ini digelar YPS. Arakan-arakan sepanjang kurang lebih 500 meter ini juga turut dimeriahkan oleh pawai kendaraan sedan antik, tarian tradisonal, barisan pengawal kerajaan lengkap dengan senjata panahnya, juga barongsai.[jul]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER