INILAH.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa berharap DPR bersedia menyetujui kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 April 2012.
Hal ini sehubungan dengan akan diajukannya perubahan APBN 2012. Hatta mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah melakukan finalisasi perubahan APBN 2012 sehubungan dengan kenaikan harga minyak dunia yang masih berlanjut. "Sekarang setelah harga minyak dunia meroket, setiap saat meningkat maka tentu fiskal kita nggak kuat. Pilihannya tidak banyak, maka sekarang kita kaji untuk menaikkan harga BBM melalui APBN-P," ujarnya di Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Rencananya, pemerintah akan mengajukan perubahan APBN 2012 termasuk kenaikan harga BBM bersubsidi pada Maret nanti. "Karena di Undang-undang APBN tidak memungkinkan kenaikan. Itulah sebabnya kita harus segera mengajukan karena asumsinya sudah berubah. Diharapkan pada awal Maret sudah bisa sampaikan kepada DPR," paparnya.
Sayangnya, Hatta urung menyebutkan berapa harga BBM bersubsidi baru yang akan diajukan ke dewan. "Kita jangan gegabah dulu menentukan tentu kita melihat apa yang paling tepat. Intinya adalah kita dengan harga kenaikan BBM betul-betul memberikan support atau bantuan kepada masyarakat yang betul-betul terkena dampak, jaminan kesehatan harus cukup, raskinnya (beras miskin) harus bertambah," ungkapnya.
Sementara terkait program konversi BBM ke BBG, ia menegaskan akan tetap dilaksanakan namun secara bertahap. "Itu (konversi BBM ke BBG) tetap harus, karena itu strategi kita mendorong pengurangan penggunaan minyak. Tapi itu tidak perlu ditargetkan 1 April serentak, bertahap terus sampai nanti infrastrukturnya tersedia dan kita beralih ke gas," katanya.
Ia berharap, dewan menyetujui perubahan APBN 2012 pada 1 April 2012. "Kita berharap 1 April sudh ada persetujuan dari DPR terhadap perubahaan APBN tersebut. Nanti ada pembahasan Komisi VII deengan ESDM. Dan Kementrian Keuangan dengan Banggar," jelasnya. [cms]