Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 21:48 WIB

PLN Raup Laba Bersih Rp11,7 T di 2011

Oleh : Tio Sukanto | Jumat, 24 Februari 2012 | 17:30 WIB
PLN Raup Laba Bersih Rp11,7 T di 2011
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sepanjang tahun 2011 PT PLN mencatat laba bersih (unaudited) sebesar Rp11,7 triliun, naik sebesar 16% dibandingkan laba bersih 2010 yang sebesar Rp10,09 triliun.

Demikian disampaikan Manajer Seniora Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto pada keterangan tertulis di Jakarta Jum'at (24/2/2012). Peningkatan laba ini terjadi karena PLN diberikan margin PSO (public service obligation) oleh Pemerintah sebesar 8% pada tahun 2011.

"Pemberian margin ini dengan tujuan agar PLN memiliki fleksibilitas dalam mencari dana untuk keperluan investasi dalam rangka meningkatkan kapasitas pasokan dan memperluas jaringan listrik di Indonesia," kata Bambang.

Bambang mengatakan bahwa, angka rasio elektrifikasi di Indonesia baru mencapai 72% pada akhir tahun 2011. Hal ini berarti masih ada sekitar 28% masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses terhadap listrik. Karena itu kebutuhan investasi PLN menjadi sangat vital untuk meningkatkan angka rasio elektrifikasi tersebut.

Sedangkan subsidi yang diberikan pemerintah lanjut Bambang lebih untuk menutupi kekurangan biaya operasi akibat harga jual yang masih di bawah biaya pokok produksi (BPP). "Rata-rata harga jual listrik adalah Rp 720 per kilo Watt hour (kWh) sedangkan BPP Rp 1.267/kWh," ujar Bambang.

Bambang melanjutkan bahwa untuk menekan subsidi, manajemen PLN sangat concern menurunkan BPP melalui berbagai program diantaranya bauran energi primer. Bauran energi dalam memproduksi listrik selama tahun 2011 (yang mencakup PLN dan IPP) adalah 44% berasal dari pembangkit berbahan bakar batubara; 23% berasal dari pembangkit berbahan bakar minyak; 21% berasal dari pembangkit berbahan bakar gas; 7% dari pembangkit bertenaga air dan 5% dari pembangkit panas bumi.

"PLN optimis pada tahun 2012 ini penggunaan bahan bakar minyak akan menurun drastis karena masuknya banyak PLTU 10.000 MW yang berbahan bakar batubara," jelas Bambang.

Pendapatan usaha PLN selama 2011 (terdiri dari penjualan tenaga listrik, subsidi listrik pemerintah, penyambungan pelanggan dan pendapatan lain-lain) sebesar Rp 213,9 triliun, naik sebesar 31,7% dari pendapatan usaha tahun 2010 yang tercatat sebesar Rp162,4 triliun.

Meningkatnya pendapatan usaha ini, terutama berasal dari penjualan tenaga listrik (karena penambahan volume penjualan, penambahan jumlah pelanggan dan kenaikan harga jual rata-rata) serta pendapatan subsidi listrik. Sementara itu, beban usaha sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp193,6 tiliun, meningkat 30% dibandingkan tahun 2010 yang mencatatkan angka Rp149,1 triliun.

Meningkatnya beban usaha ini karena peningkatan konsumsi bahan bakar untuk mengcover meningkatnya konsumsi listrik akibat bertambahnya jumlah pelanggan. Perseroan juga mengalami peningkatan nilai aset perusahaan per 31 Desember 2011 yang mencapai angka Rp433,8 triliun, naik sebesar Rp64,2 triliun atau sekitar 17,4% dibandingkan per 31 Desember 2010. [hid]

Dengan semakin membaiknya kinerja keuangan PLN ini, diharapkan dapat lebih meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor pada perseroan dalam mengembangkan usaha penyediaan listrik yang dapat menjadi pendorong semakin berkembangnya perekonomian nasional dan iklim investasi yang lebih sehat.

Komentar

x