Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 13:16 WIB

Tak Perlu Takut Boikot CPO AS

Oleh : Jagad Ananda | Jumat, 24 Februari 2012 | 18:29 WIB
Tak Perlu Takut Boikot CPO AS
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ekspor minyak sawit mentah alias CPO Indonesia ke Amerika Serikat, selama tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan. Tahun lalu tercatat, CPO yang dikirim ke sana hanya tinggal 80 ribu ton saja. Sangat kecil jika dibandingkan dengan yang dijual ke India (5,7 juta ton), Pakistan (4 juta ton), Eropa 3,5 juta ton dan China 2,9 juta ton.

Makanya, kalau dilihat dari sisi volume, ancaman boikot yang dikumandangkan AS bukanlah sesuatu yang membahayakan. Yang mengkhawatirkan, karena yang mengancam sebuah negeri adidaya, langkah itu bisa diikuti oleh negara importir lainnya.

"Tapi kalau sampai itu terjadi, dampak negatifnya hanya akan berlangsung sementara. Sebab CPO tetap dibutuhkan," kata seorang pengusaha yang hadir dalam Konferensi Sawit dan Lingkungan Sedunia (ICOPE di Bali, 22-24 Februari).

Apalagi permintaan dari negara-negara importir terus meningkat. Permintaan India misalnya, tahun ini diprediksi naik dari 6,75 juta ton (2011) menjadi 7,1 juta ton. Sementara permintaan dari China akan naik 12% menjadi 6,65 juta t on dan permintaan Eropa meningkat 10% menjadi 5,6 juta ton. "Pasar ekspor terbesar bagi CPO Indonesia tetap India," kata Derom Bangun, Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dengan adanya peningkatan permintaan, produksi pun otomatis mesti didongkrak. Untuk tahun ini, produksi minyak sawit nasional diprediksi akan meningkat dari 24,1 juta ton menjadi 25,9 juta ton. Makanya, tak perlu takut oleh ancaman boikot Amerika. [mdr]

Komentar

x