Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 April 2015 | 18:37 WIB
Hide Ads

Runtuhnya Pasar Perumahan di AS

Oleh : - | Jumat, 2 Maret 2012 | 14:09 WIB
Runtuhnya Pasar Perumahan di AS
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Harga rumah jatuh pada Desember ke tingkat terendah sejak krisis perumahan dimulai pertengahan 2006 lalu. Sementara statistik lain menunjukkan bahwa pemulihan mungkin berjalan, menuju pasar perumahan yang sulit.

Trulia, situs online pemasaran dan pencarian real estate, baru-baru ini menerbitkan Indeks Housing Misery-nya. Indeks tersebut memeringkat pasar perumahan masing-masing negara bagian di AS, berdasarkan perubahan harga rumah, serta tingkat tunggakan dan penyitaan.

Melihat data perumahan dan ekonomi, analis 24/7 Wall St untuk indeks Trulia menemukan bahwa negara-negara dengan skor terburuk, mengalami banyak masalah yang sama.

Indeks Housing Misery menunjukkan dampak yang jelas dari kegagalan pasar perumahan terhadap ekonomi lokal dan pemilik rumah individu. "Penurunan harga rumah berimbas terhadap kekayaan rumah tangga dan pengeluaran konsumen,"ujar kepala ekonom Trulia, Jed Kolko.

Sementara itu, tunggakan dan penyitaan mencerminkan orang-orang yang berjuang mempertahankan rumah mereka. "Penurunan harga yang lebih dalam, ditambah tunggakan dan penyitaan menjadi masalah besar," kata Kolko.

Sebagian besar negara-negara bagian dengan nilai perumahan terburuk, mengalami booming konstruksi rumah terbesar pada paruh pertama dekade ini. Sehingga ketika pasar ambruk, negara bagian seperti Arizona, Nevada, Florida dan California dibanjiri persediaan rumah yang tidak terjual dan tingginya tingkat kekosongan.

"Negara-negara bagian ini memiliki kelebihan bangunan (overbuilding) terbanyak selama bubble. Rumah-rumah kosong menyebabkan harga turun dan bertahan di level rendah,"imbuh Kolko.

Namun, tidak semua negara-negara bagian mengalami overbuilding selama booming perumahan. Untuk beberapa kasus, skor hanya mencerminkan permintaan rumah yang melemah permanen, hasil dari penurunan industri jangka panjang.

Di Michigan, misalnya, harga rumah turun karena krisis industri, termasuk industri otomotif dan bahan kimia, yang secara substansial membuka usaha di negara bagian tersebut. Kurangnya permintaan untuk perumahan hanya memperburuk resesi lokal.

Tapi, ada pula yang masih beruntung. Negara bagian seperti Florida, Arizona dan Nevada, yang tertekan selama kegagalan perumahan, masih menarik bagi banyak pembeli. Negara-negara bagian ini masih merupakan tujuan pensiun utama dan sekarang lebih terjangkau ketimbang tahun-tahun sebelumnya. "Harga rendah akan menarik orang untuk beberapa kawasan ini lebih lama hingga pasar kembali normal,"paparnya.

Tentu saja, bagi negara-negara dengan perumahan yang runtuh, bukan akibat overbuilding, seperti Michigan dan Rhode Island, prospek jangka panjangnya tidak baik. Meskipun harga rumah berada di level penawaran, tidak ada peningkatan yang berarti dalam pembeli rumah baru. "Ekonomi-ekonomi lokal tertekan untuk jangka panjang, yang mungkin berlanjut setelah pasar perumahan nasional pulih,"pamgkasnya. [ast]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.