Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:26 WIB

Maksimalkan Penerimaan Negara

BP Migas Efisienkan Cost Recovery

Oleh : Tio Sukanto | Minggu, 1 April 2012 | 16:04 WIB
BP Migas Efisienkan Cost Recovery
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) berhasil melakukan efisiensi biaya operasi dan investasi (cost recovery) menjadi US$15,1 miliar dari usulan Kontraktor KKS sebesar US$17,4 miliar pada 2012.

Cost recovery tersebut menghasilkan minyak dan gas sebesar 2,25 juta barel minyak ekuivalen. Selain itu, cost recovery akan ditagihkan ke negara.

Angka cost recovery tahun ini juga lebih rendah dibandingkan realisasi cost recovery pada tahun 2011 sebesar US$15,5 miliar. Hal ini menunjukkan upaya BP MIGAS yang berhasil melakukan efisiensi pengelolaan industri hulu migas untuk memaksimalkan penerimaan Negara.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP MIGAS Gde Pradnyana pada keterangan tertulis di Jakarta Minggu (1/4/2012).

"Semula Kontraktor KKS mengajukan usulan anggaran sebesar US$17,4 miliar untuk menghasilkan total pendapatan kotor kegiatan hulu migas sebesar US$53,7 miliar dengan porsi penerimaan Negara sebesar US$28 miliar dan bagian Kontraktor KKS sebesar US$8,3 miliar. Namun setelah melalui pembahasan, BPMIGAS berhasil memaksimalkan total pendapatan kotor menjadi US$56,3 miliar dari usulan US$53,7 miliar," kata Gde.

Dengan penambahan pendapatan kotor ini maka porsi penerimaan negara meningkat menjadi US$32,2 miliar dari semula sebesar US$28 miliar. Bagian Kontraktor KKS juga sedikit meningkat menjadi US$8,9 miliar dari usulan US$8,3 miliar.

Sementara cost recovery yang diajukan Kontraktor KKS tersebut menjadi hanya US$15,1 miliar dengan meningkatkan efisiensi di sejumlah anggaran yang diajukan Kontraktor KKS yang dinilai tidak akan mempengaruhi pencapaian produksi minyak dan gas. "Pada dasarnya kami memandang cost recovery itu sebagai investasi untuk menghasilkan penerimaan negara yang maksimal," ujar Gde. [mel]

Tags

Komentar

 
x