Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:02 WIB

Ongkos KA Ekonomi Cianjur Padalarang Naik

Oleh : Benny Bastiandy | Rabu, 4 April 2012 | 18:10 WIB

Berita Terkait

Ongkos KA Ekonomi Cianjur Padalarang Naik
Rencana kenaikan tarif kereta api ekonomi CianjurPadalarang menjadi Rp10.000 mulai tanggal 8 April 2012 nanti, sangat disayangkan sejumlah masyarakat. - inilah.com/Asep Mulyana

INILAH.COM, Cianjur - Rencana kenaikan tarif kereta api ekonomi jurusan CianjurPadalarang yang semula hanya Rp1.500 menjadi Rp10.000 mulai tanggal 8 April 2012 nanti, sangat disayangkan sejumlah masyarakat yang biasa menggggunakan moda transportasi murah meriah ini. Mereka pun mulai berpikir dua kali untuk menggunakan jasa kereta api seandainya tarif naik.

Gusti Webi Agustian (34), warga Gang Laksana II Kelurahan Sayang Kecamatan/Kabupaten Cianjur mengaku, kerap menggunakan jasa angkutan kereta api Cianjur-Padalarang karena murah. "Tapi jika ongkos naik menjadi Rp10.000, lebih baik menggunakan bus saja jika saya pergi ke Padalarang," ujar Webi yang mengaku bekerja di salah satu pabrik di Padalarang, Rabu (4/4/2012).

Kepala Stasiun KA Cianjur Sutrisno tak memungkiri seandainya tarif naik, maka kereta api diprediksi tidak akan lagi menjadi moda transportasi primadona masyarakat Cianjur. Namun, kebijakan menaikan tarif itu bukan kewenangannya. "Ini merupakan kebijakan dari pusat. Setiap kebijakan sudah diperhitungkan sedemikian mungkin dengan segala resikonya," kata Sutrisno kepada INILAH.COM di ruang kerjanya, Rabu (4/4/2012).

Menurut Sutrisno, semula rencana menaikan tarif ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 April 2012. Namun karena ada sesuatu hal, maka rencana akan diberlakukan mulai tanggal 8 April 2012. "Alasan pengunduran pemberlakukan tarif baru ini juga saya tidak tahu, karena yang berwenangan memberikan penjelasan dari pihak pusat," sebutnya.

Meskipun begitu, kata Sutrisno, kenaikan tarif ini tentunya dipastikan akan dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada para penumpang. Misalnya saja dengan memberikan kenyamanan selama perjalanan. "Kita mengistilahkannya dengan salonisasi. Malahan mulai tanggal 1 Maret 2012 lalu, sudah mulai diberlakukan larangan merokok di dalam kereta api. Setiap hari kita selalu memeriksa penumpang ke dalam gerbong. Dikhawatirkan juga ada penumpang bodong," tukasnya.

Setiap harinya, rata-rata penumpang kereta api CianjurPadalarang berkisar antara 300 hingga 350 orang. Paling banyak biasanya jika musim liburan atau akhir pekan. Para penumpang dilayani dua gerbong kereta api dengan dua kali pemberangkatan setiap pukul 05.00 WIB dan pukul 11.30 WIB. Setiap gerbong mampu menampung sekitar 100150 orang penumpang.

"Jika menghitung rata-rata, pendapatan dari Stasiun Kereta Api Cianjur setiap bulan paling hanya mendapatkan lebih kurang Rp450.000. Kalau bisa dibilang pendapatan dari Stasiun Kereta Api Cianjur ini memang cukup minim," pungkasnya.[ang]

Komentar

x