INILAH.COM, New York - Minyak entah AS melemah pada perdagangan Jumat (13/4/2012) dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi China sehingga berpotensi menurunkan permintaan minyak mentah.
Minyak AS jenis light sweet turun 0,8% ke US%102,83 per barel untuk kontrak Mei. Harga minyak mentah telah melemah selama lima pekan terakhir. Data dari Biro Nasional Statistik China tercatat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini 8,1%. Padahal di kuartal keempat 2011, pertumbuhan PDB China mencapai 8,9%. Hal ini didorong penurunan aktivitas ekspor dan sektor konstruksi.
Pasar menunggu berlangsungnya negosiasi pertama yang dijadwalkan pada Sabtu pekan ini. Hal ini akan memberi harapkan setelah pertemuan di Istambul Turki belum menemui kata sepakat soal perselisihan pengembangan program nuklir Iran dengan AS serta sekutunya.