Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Mei 2015 | 15:45 WIB
Hide Ads

Dahlan: Pegawai BUMN Rentan untuk Sakit Jiwa

Oleh : Agustina Melani | Senin, 16 April 2012 | 09:17 WIB

Berita Terkait

Dahlan: Pegawai BUMN Rentan untuk Sakit Jiwa
Dahlan Iskan - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berharap BUMN Indonesia dapat mengalahkan BUMN Malaysia.

"Tidak usah belajar ke Malaysia. Tetapi kita harus mengalahkan BUMN Malaysia dalam dua tahun, dan harus bisa," ujar Dahlan di Kementerian BUMN dalam acara 'Perayaan Ultah BUMN ke-14', Senin (16/4/2012).

Saat menanggapi pertanyaan pegawai Kementerian BUMN mengenai jenjang karir dan kesejahteraan, Dahlan menganjurkan pegawai BUMN untuk mempertimbangkan tidak menjadi pegawai negeri. Menurutnya, jenjang karir di BUMN tidak hanya diatur oleh Kementerian BUMN tetapi juga Kementerian Keuangan dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara. "Saya anjurkan pertimbangan apakah tetap jadi pegawai negeri atau tidak. Berhenti cari pekerjaan di tempat lain dengan karir yang lebih bagus," kata Dahlan.

Dahlan mengakui, pegawai BUMN mengemban tugas berat. Hal itu dikarenakan pegawai BUMN harus membina BUMN dengan memakai sistem korporasi, gaji dan bonus korporasi. Namun, sisi lain pihaknya sebagai pegawai negeri yang tidak menerima gratifikasi. "Pegawai-pegawai BUMN sangat bahaya dan rentan untuk sakit jiwa, karena jiwa Anda terbelah, bina sistem korporasi dengan bonus, gaji korporasi, Anda PNS yang tak terima gratifikasi, harus sering-sering datangi psikolog karena akan banyak jiwa terbelah," jelas Dahlan.

Hal itu pun disambut tawa oleh pegawai BUMN dan tamu yang hadir ketika Dahlan menyampaikan hal tersebut. Acara perayaan ulang tahun BUMN ke-14 tersebut juga dihadiri mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan Tanri Abeng. [cms]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.