Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 29 Mei 2015 | 10:53 WIB
Hide Ads

Inilah Alasan Tingginya Gaji Pegawai OJK

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Selasa, 17 April 2012 | 14:03 WIB

Berita Terkait

Inilah Alasan Tingginya Gaji Pegawai OJK
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Tingginya gaji pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertujuan untuk menjaga independensi pengawasan.

Posisi mereka bukan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Ketua Tim Transisi OJK Mulia P Nasution mengungkapkan, pegawai OJK merupakan pegawai independen yang tidak menjadi PNS layaknya pegawai Kementerian Keuangan dan untuk penggajiannya mengacu pada industri keuangan luar negeri dan dalam negeri.

"Independen, mereka bukan pegawai negeri, baik SDM maupun keuangannya mereka independen. Dilakukan secara korporasi dan juga bisnis yang berlaku di industri keuangan dan tentunya juga bench marking dengan industri-industri keuangan negara lain dan tentunya juga dengan industri-industri keuangan di Indonesia karena kalau tidak, tentunya tidak bisa merekrut yang terbaik," papar Mulia di Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Menurutnya, sistem pemberian gaji tersebut berdasarkan jenjang yang masih dikaji timnya. "Jenjangnya itu harus ditentukan dulu, apakah jenjangnya sampai 16 tingkatan atau sampai 27 tingkatan, jadi harus dilihat dulu," ujarnya.

Selain itu, pemberian gaji juga berdasarkan penilaian agar memacu kinerja pegawai. "Begini kalau di sektor swasta mereka di samping penghasilan yg rutin ada tunjangan dari keuntungan perusahaan. Kalau di publik tidak bisa begitu, tapi harus juga dikaitkan dengan kinerja kalau kinerja baik akan dapat tunjangan jadi tahun berikutnya akan lebih baik lagi. Prinsipnya sama tapi tidak dikaitkan dengan keuntungan tapi kinerja," jelasnya.

Sayangnya ia belum dapat mengungkapkan berapa besar gaji yang akan diberikan kepada pegawai OJK. "Biasanya di institusi keuangan ada remuneration community jadi yang akan mengkaji berdasarkan masukan atau rekomendasi tim teknis. Tim teknis bisa konsultan dari luar jadi independen," pungkasnya. [cms]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.