Rabu, 22 Mei 2013 | 03:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jual Obligasi Valas
Pemerintah Tarik Utang US$2,5 M
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Wahid Ma'ruf
ekonomi - Kamis, 19 April 2012 | 06:29 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menjual obligasi dalam valuta asing (valas) berdenominasi dolar AS sebesar US$2,5 miliar untuk pembiayaan APBN 2012.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/4/2012) menyebutkan, penjualan obligasi valas itu merupakan transaksi kedua dari Program Global Medium Term Notes (GMTN) Republik Indonesia sebesar US$15 miliar yang telah diperbaharui 9 Januari 2012.

Obligasi diterbitkan dalam dua seri yaitu RI0422 dan RI0142. Seri RI0422 memiliki jangka waktu 10 tahun dengan nominal 2,0 miliar dolar AS, tingkat kupon 3,75 persen, imbal hasil 3,85 persen, harga 99,18 persen, dan akan jatuh tempo 25 April 2022.

Seri RI0142 memiliki jangka waktu 30 tahun, senilai 0,5 miliar dolar AS, tingkat kupon 5,25 persen, imbal hasil 4,95 persen, harga 104,64 persen, dan jatuh tempo 17 Januari 2042.

Total penawaran yang masuk untuk RI0422 dan RI0142 sebesar 7,9 miliar dolar AS sehingga terdapat kelebihan permintaan 3,16 kali dengan jumlah investor untuk RI0422 sebanyak 260 investor dan RI0142 sebanyak 140 investor.

Pendistribusian untuk seri RI0142 adalah 17 persen investor untuk investor Eropa, 17 persen untuk Amerika Serikat, dan 66 persen untuk investor Asia, termasuk di dalamnya 23 persen untuk investor di Indonesia.

Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada asset managers adalah sebesar 50 persen, bank 38 persen, asuransi dan dana pensiun lima persen, serta private banking tujuh persen.

Sedangkan distribusi untuk seri RI0142 adalah sebesar sebesar 34 persen dilakukan untuk investor Amerika Serikat, 31 persen untuk Eropa, dan 35 persen untuk investor Asia, termasuk di dalamnya sembilan persen untuk investor di Indonesia.

Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada asset managers adalah sebesar 62 persen, bank 24 persen, asuransi dan dana pensiun sembilan persen, serta private banking lima persen. Transaksi penjualan SUN dalam valuta asing kali ini juga merupakan transaksi dengan imbal hasil terendah untuk obligasi tenor 10 tahun dan 30 tahun yang diterbitkan pemerintah.

Republik Indonesia memperoleh rating BBB- (stable) dari Fitch, BB+ (positive) dari S&P, dan Baa3 (stable) dari Moody`s. "Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners" dalam transaksi ini adalah J.P. Morgan Chase dan Standard Chartered, serta bertindak sebagai co-Managers adalah PT Mandiri Sekuritas.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.