INILAH.COM, Singapura - Harga minyak mentah di pasar Asia pada perdagangan Jumat (20/4/2012) bergerak tipis dengan sinyal pemulihan ekonomi yang kurang kuat.
Minyak AS jenis light sweet untuk pengiriman Mei hanya naik 22 sen menjadi US$102,49 per barel melalui perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak jenis Brent untuk pengiriman Juni stabil di US$118 perr barel di London.
Pasar merespon data AS yang mengecewakan soal pekerjaan, perumahan dan manufaktur. Data tersebut menggerogoti kepercayaan investor. Indeks manufaktur di Philadelphia turun tajam. Demikian juga penjualan rumah turun 2,6 persen untuk bulan kemarin.
Demikian juga dengan klaim pengangguran turun hanya 2.000 ke 386.000 dari yang diharapkan turun 370.000 pada pekan lalu. Pada pekan sebelumnya, klaim lebih tinggi menjadi 388.000 dari 380.000.
Investor juga khawatir dengan serangan militer terhadap Iran oleh AS dan sekurutnya. Mereka menuduh Iran telah mengembangkan program senjata nuklir. "Faktor Iran setidaknya dinetralkan selama sebulan lagi hingga putaran negosiasi 23 Mei mendatang," tulis Ritterbusch and Associates dalam sebuah laporan. Demikian mengutip marketwatch.com.
Untuk harga produk pertambangan lainnya seperti minyak pemanas naik 0,1% menjadi US$3,13 per galon dan bensin berjangka naik 0,3% menjadi US$3,12 per galon. Untuk gas alam naik 0,4% menjadi US$1,91 per 1.000 kaki kubik.