Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 08:48 WIB

Telat Serahkan Draf, Anggaran 6 Daerah Dipotong

Oleh : Mosi Retnanti Fajarwati | Jumat, 20 April 2012 | 15:28 WIB
Telat Serahkan Draf, Anggaran 6 Daerah Dipotong
Foto : Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Enam daerah belum menyerahkan draf APBD ke pemerintah pusat karena lamanya pembahasan dengan DPRD. Keenamnya akan mengalami pemotongan sebesar 25% pada anggaran dana alokasi umum (DAU).

Keenam daerah yang belum menyerahkan APBD-nya tersebut adalah Tanah Karo, Rejang Lebong, Pesawaran, Blora, Mappi, dan Puncak. Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowirjono mengungkapkan, hingga 20 Maret masih terdapat 16 daerah kabupaten/kota yang belum menyerahkan APBD 2012 ke pemerintah sehingga pengucuran DAU ke daerah terkait ditunda.

"Nah kemudian pada April ini masuk sekitar enam, ini akan dicabut jadi tidak akan kena penundaan bulan Mei. Nah barusan saya tanda tangan lagi baru masuk sekitar empat lagi, jadi tinggal enam yang belum menyerahkan Perda-nya. Jadi pada yang empat itu masih kena sanksi 25 persen DAU bulan Mei. Nanti kalau Mei masukkan lagi, maka Juni gak kena," paparnya di Jakarta, Jumat (20/4/2012).

Adapun alasan keenam daerah tersebut telat menyerahkan draf APBD karena belum tuntas pembahasannya dengan DPRD. "Mereka memerlukan waktu lebih panjang di dalam pembahasan dengan legislatif, itu yang merupakan faktor utama. Kalau itu membutuhkan waktu lama, harusnya normal tanggal 31 Januari," jelasnya.

Sementara untuk dampak pemotongan tersebut, ia mengatakan merupakan konsekuensi daerah untuk mengatur kembali cash flow keuangannya.

"Jadi ya daerah harus mengatur kembali cash flow-nya. Tapi sebagian daerah kan punya sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) jadi masih bisa ditutupi. Kita harapkan sebenarnya APBD itu kan dokumen anggaran, maka kalau diselesaikan tepat waktu kan berarti proses perencanaan anggaran akan lebih cepat, tapi kalau buat APBD-nya saja telat, penyerapan pun akan terhambat." [tjs]

Komentar

 
x