Kamis, 21 Agustus 2014 | 17:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah InilahREVIEW Edisi ke-34
Akrobat Dahlan Iskan
Headline
Dahlan Iskan - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Latihono S, Iwan P, Mahbub J,
ekonomi - Senin, 23 April 2012 | 06:00 WIB
Berita Terkait

BILA ada sayembara, siapa menteri pembuat berita terbanyak, pasti banyak orang memilih Dahlan Iskan. Tiada hari tanpa gebrakan Dahlan adalah sebutan yang pas buat segala akrobat Menteri Negara BUMN ini. Semua langkahnya selalu menjadi sumber berita dan selalu menarik untuk disajikan ke ruang publik.

Kamis siang pekan lalu adalah akrobat kesekian kalinya yang dilakukan seorang Dahlan. Ia lesehan di lorong Kantor Kepresidenan bersama sejumlah wartawan.

Peristiwa itu berawal ketika para wartawan menunggu kedatangan sejumlah menteri yang akan mengikuti rapat kabinet terbatas tentang pelaksanaan APBN-P 2012 dan opsi pengendalian BBM bersubsidi. Ada menteri yang menjawab pertanyaan wartawan sambil berdiri, ada juga sambil berjalan seakan sedang diburu waktu.

Kini giliran Dahlan yang datang seorang diri, tanpa dikawal ajudan. Ia hanya mengenakan kemeja putih dengan lengan tergulung ke atas dan--tentu saja--sepatu kets berwarna hitam.

Para wartawan sudah memenuhi lorong Kantor Kepresidenan. Mereka akan bertanya kepada Dahlan. Sebelum mendekat kepada wartawan, Dahlan bertanya kepada petugas istana dengan sopan, "Saya boleh lewat?"

Setelah dipersilakan, Dahlan mendekati wartawan. Wartawan langsung mengajukan sejumlah pertanyaan. Dahlan tidak langsung menjawab. Dia justru duduk bersila di lantai. Wartawan serentak bersorak dan ikut duduk mengerumuni Dahlan, sambil tetap mengajukan pertanyaan.

Cerita tentang sosok Dahlan, memang menarik. Selain ulet, kritis, Dahlan juga sangat bersahaja. Gaya menteri yang satu ini sangat khas dengan berbagai celetukan dan terobosannya yang tak biasa.

Beberapa aksi fenomenal yang pernah dilakukan oleh mantan Direktur Utama PT PLN ini, antara lain pernah menjadi sopir wakil menteri BUMN. Ini, ia lakukan untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan Wakil Menteri BUMN, Mahmudin Yasin. Dahlan mencoba akrab dengan Yasin dengan mengajaknya mengendarai mobil bersama dari Kantor Kepresidenan ke Kementerian BUMN.

Cerita unik lainnya, Dahlan juga pernah naik kereta menuju Istana Bogor. Layaknya penumpang biasa, Dahlan memilih memutar di sekitar lokasi, tidak ada satu pun ajudan yang ada di sampingnya. Dia juga pernah menginap di rumah salah seorang petani di Sragen. Kejadian ini ia lakukan saat kunjungan kerja ke Sragen, Jawa Tengah pertengahan Maret 2012.

Dan, aksi yang menjadi pembicaraan publik adalah ketika Dahlan ngamuk di pintu tol dekat Jembatan Semanggi menuju arah Slipi. Alasannya, antrean di tol tersebut sangat panjang tetapi loket yang dibuka hanya dua dari empat pintu yang ada.

Tapi, Dahlan bukan cuma jago ngamuk di pintu tol. Ia juga pandai berjualan. Baru-baru ini ia berjualan e-toll card di pintu Tol Cililitan. Dahlan menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra kerja, serta artis cantik Sandra Dewi, Happy Salma, Artika Sari Devi, dan Dik Doang. Dahlan punya alasan berjualan e-toll card. Katanya, buat apa bayar mahal masuk tol jika di jalan bebas hambatan masih saja macet.

Rapat harus Selasa

Dahlan memang dikenal sebagai sosok pembaru yang menggunakan cara-cara unik dalam menjalankan pemerintahan. Ketika menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN, sebulan sekali ia menulis surat kepada seluruh karyawan PLN. Surat itu diberi nama CEO’s Note. Tujuannya, agar seluruh karyawan PLN yang berjumlah lebih 40 ribu orang itu bisa langsung membaca jalan pikiran dan keinginan pimpinan puncak perusahaan.

Setiap kali CEO’s Note terbit, banyak tanggapan dari karyawan melalui forum e-mail perusahaan, sehingga terjalin komunikasi dua arah antara pimpinan dan bawahan. Inilah cara Dahlan memotivasi dan berkomunikasi langsung dengan seluruh karyawannya.

Tak hanya itu. Sejak 1 Juli 2010, seluruh wilayah Indonesia bebas pemadaman (byar pet), yang selama ini menjadi keluhan pelanggan PLN. Dahlan juga mencanangkan progam Grass 2010 (Gerakan Sehari Sejuta Sambungan), yakni memberi kemudahan kepada calon pelanggan untuk mendapatkan sambungan listrik.

Langkahnya tak berhenti sampai di sini. Seminggu setelah dilantik sebagai Menteri Negara BUMN, Oktober 2011 lalu, Dahlan langsung menginstruksikan seluruh perusahaan milik negara serentak melakukan rapat internal setiap hari Selasa. Menurut Dahlan, penyeragaman waktu rapat itu agar masing-masing BUMN dapat berlangsung efektif dan tidak terganggu oleh keperluan lain yang menyangkut koordinasi dengan Kementerian BUMN. "Jadi pada saat yang bersamaan tidak ada direksi atau komisaris BUMN yang ke luar kantor. Semuanya fokus rapat," kata Dahlan, saat itu.

Dengan begitu terjadi kesamaan seluruh BUMN, yakni Senin konsolidasi internal, Selasa rapat manajemen, sehingga efektif bekerja adalah Rabu, Kamis dan Jumat. Sedangkan dua hari lainnya Sabtu dan Minggu diarahkan agar digunakan untuk peninjauan ataupun peresmian proyek-proyek. "Meninjau atau meresmikan proyek jangan di hari Rabu atau Kamis, tidak efektif karena merupakan hari kerja," ujarnya.

Menabrak UU

Tapi, tak semua langkah Dahlan mendapat pujian. Setidaknya, iu datang dari sejumlah anggota DPR. Penyebabnya, Keputusan Menteri (Kepmen) BUMN tentang Pendelegasian Sebagian Kewenangan atau Pemberian Kuasa Menteri Negara BUMN sebagai Wakil Pemerintah kepada Direksi, Dewan Komisaris Pengawas, dan Pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian BUMN.

Kepmen itu dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN karena penunjukan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme rapat umum pemegang saham dan tim penilaian akhir, termasuk kewenangan dalam penjualan aset.

Lantaran Kepmen ini, sebanyak 38 anggota DPR berencana menggunakan hak interpelasi terhadap Dahlan. Soalnya, kata anggota Komisi VI DPR asal PDI Perjuangan, Aria Bima, dalam UU No 19 tahun 2003 tentang BUMN, penjualan aset BUMN harus melalui persetujuan DPR, Presiden, atau Menteri Keuangan. Sementara dalam Kepmen, wewenang itu bisa dilimpahkan kepada direksi BUMN. "Aset negara bisa dijual tanpa melalui mekanisme yang seharusnya," ujar Bima.

Selain itu, ada beberapa poin dalam Kepmen itu yang menabrak UU tentang BUMN. Misalnya, penunjukan direksi BUMN tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan penunjukan direksi BUMN tanpa melalui Tim Penilai Akhir (TPA). Kemudian, pengangkatan kembali direksi BUMN yang memiliki rekam jejak negatif sebagaimana Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau pengangkatan kembali direksi BUMN untuk masa jabatan ketiga kalinya. Padahal, direksi BUMN hanya dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan (lima tahun).

Untungnya, sebelum interpelasi bergulir, Dahlan pada 13 April mengeluarkan tiga Kepmen BUMN, yakni Kepmen BUMN Nomor 164 Tahun 2012, Nomor 165 Tahun 2012, dan Nomor 166 Tahun 2012. Ketiga Kepmen ini memerinci mengenai bagaimana pemberian wewenang menteri kepada jajaran di bawahnya. Intinya, pemberian wewenang dan pengalihan aset BUMN tidak dilakukan sembarangan. "Daripada ribut terus, kami sepakat menyempurnakan 236 (Kepmen 236) supaya tidak kaku. Kita kompromi, yang penting penyederhanaan, debirokratisasi, dan dream team berjalan," kata Dahlan.

Pamor Dahlan sebagai pejabat publik, memang berhasil mencuri perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia. Bagi kalangan menengah ke bawah, dia seolah menjadi pendobrak yang mengobrak-abrik tata birokrasi yang tak sehat lagi. Namun bagi sebagian elite, terutama para politisi, aksinya merupakan tindakan berbahaya yang dapat mengancam kelangsungan proyek-proyek terselubung.

Pakar komunikasi politik, Effendi Ghazali, menilai, aksi cowboy Dahlan memiliki persoalan mendasar lantaran pelayanan terhadap publik di negeri ini sangat buruk. Yang penting, ”Pisahkan citra yang baik untuk kepentingan publik dengan kepentingan politik,” ujar Effendi kepada InilahREVIEW.

Ya, Dahlan adalah pejabat publik. Setiap akrobat yang dilakukan, bakal menyedot perhatian rakyat. Inilah yang harus disadari oleh Dahlan.

Selengkapnya, artikel ini juga bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-33 yang terbit Senin, 16 April 2012. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER