Kamis, 21 Agustus 2014 | 15:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dahlan Iskan Tawarkan Lahan untuk Perusahaan Korea
Headline
Inilah.com
Oleh: Mosi Retnanti Fajarwati
ekonomi - Senin, 23 April 2012 | 20:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan akan berunding dengan manajemen Honam Petrochemical Corp, perusahaan asal Korea Selatan, untuk mencari solusi penyediaan lahan pabrik. Anak usaha Lotte Grup tersebut menyediakan dana US$4 miliar hingga US$5 miliar untuk membangun kilang nafta (cracker nafta) di Cilegon, Banten.

"Tadi pagi saya rapat di BUMN membahas itu (Honam). Intinya kita harus carikan jalan keluar karena investasinya besar sekali, kita tawarkan sistemnya itu HGB (hak guna bangunan) di atas HPH (hak pengelolaan hutan), kita tawarkan itu," ungkap Dahlan di Jakarta, Senin (23/4/2012).

Ia menyatakan, pertemuan antara pihaknya dengan manajemen Honam akan dilakukan Rabu (24/4/2012) besok di Kementerian BUMN. "Besok ada pertemuan di lahan Krakatau Stell (KS), mereka incar di lahan KS. Jadi besok ada pertemuan antara Honam, Kementerian BUMN dan KS, jam 10 di Kementerian BUMN, mencari jalan keluar lah. Mereka siapkan investasi US$5 miliar. Mereka ingin menggunakan tanah di KS itu," ujarnya.

Bila nantinya manajemen Honam tidak berminat atas solusi yang ditawarkan pemerintah, maka akan ditawarkan solusi lain agar mereka tetap jadi berinvestasi di Indonesia.

"Iya, kita tawarkan sewa jangka panjang sekali. Kalau Honam tidak mau, kita cari jalan lain. Besok kita rundingkan, pokoknya itu investasi harus jadi," ungkapnya.

Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, H.M Azhar Lubis menjelaskan, saat ini pihak Honam masih menunggu kepastian lahan untuk pembangunan cracker tersebut. Pasalnya, mereka akan menggunakan sebagian dari lahan milik PT Krakatau Steel Tbk. "Mereka akan menggunakan lahan milik Krakatau Steel," ujarnya di Jakarta, Senin (23/4/2012).

Bila ketersediaan lahan sudah pasti, lanjutnya, maka pemebangunan pabrik sudah bisa dimulai pada kuartal I-2013 dan ditargetkan tuntas pada 2016. Selain Honam, ada juga perusahaan Korea Selatan, Samtan Corp, yang akan menanamkan investasi senilai US$300 juta di sektor ekspolari gas di Sumatera Selatan.

Hingga kuartal I-2012, sebanyak 160 perusahaan Korea Selatan telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER