INILAH.COM, Jakarta - Pengusaha Indonesia masih kesulitan mencari pasar ekspor baru di luar Jepang, China, Amerika Serikat, dan Eropa (Barat).
"Kelihatannya kita masih belum berhasil membidik pasar-pasar lain. Ini karena memang sesungguhnya, konsumen yang besar-besar seperti Jepang, China, AS, dan Eropa Barat sudah terpola sedemikian rupa. Jadi kita sampai saat ini masih belum bisa menggantikan mereka," ujar Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Djimanto di Jakarta, Selasa (24/4/2012).
Dia mengakui para pengusaha ekspor Indonesia memang pernah berusaha untuk membuka pasar baru di Amerika Latin, Afrika, dan Eropa Timur. "Tapi kelihatannya perlu pengenalan lebih dalam lagi. Karena memang aturan di tempat itu beda dengan pasar-pasar yang selama ini kita suplai," katanya.
Ditanya dampak krisis Eropa yang kembali terjadi saat ini, Djimanto melihatnya tidak begitu signifikan untuk industri tradisional. Hanya saja, lanjutnya, ekspor ke sana tidak naik. Krisis Eropa ini, lanjutnya, hanya berdampak terhadap industri non tradisional seperti handicraft.
"Tapi meskipun dampaknya tidak besar terhadap ekspor nontradisional, dampaknya terhadap tenaga kerja di sini sangat signifikan. Karena industri tersebut menyangkut tenaga kerja yang paling besar di sini," tukasnya. [hid]