INILAH.COM.Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo khawatir akan impor bahan bakar minyak (BBM) olahan termasuk premium, yang kian melambung. Pasalnya ini mengancam anggaran.
"Kita perlu hati-hati dan mewaspadai impor kita yang besar, dan secara khusus impor BBM adalah salah satu komponen yang cukup tinggi," ujar Agus di Jakarta, Selasa (24/4/2012).
Agar tidak semakin menggerus anggaran, pemerintah harus berupaya mengurangi ketergantungan impor hasil minyak."Jadi upaya untuk bisa mengendalikan impor perlu menjadi perhatian kita semua," ungkapnya.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, impor BBM Indonesia pada 2009 mencapai 120,113 juta barel, pada 2010 mencapai 101,093 juta barel dan pada tahun 2011 mencapai 91,485 juta barel.
Rencananya, Mei ini pemerintah akan mulai melakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi pada kendaraan dinas di linkungan pemerimntahan dan pada kendaraan pribadi dengan kapasitas bahan bakar di atas 1.500 cc untuk 3 bulan ke depan. [rus]