Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 31 Januari 2015 | 18:33 WIB
Hide Ads

Atasi Kelangkaan, Semen Tonasa Pacu Pabrik Unit V

Oleh : - | Rabu, 25 April 2012 | 10:10 WIB
Atasi Kelangkaan, Semen Tonasa Pacu Pabrik Unit V
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM.Jakarta- Mengatasi kelangkaan pasokan semen di wilayah Indonesia Timur, PT Semen Tonasa (Semen Gresik Group) memacu penyelesaian pembangunan pabrik unit V di kabupaten Pangkep,Sulawesi Selatan.

"Target kami September tahun ini pabrik baru tersebut sudah bisa beroperasi, mudah-mudahan bisa lebih cepat menyusul tingginya permintaan konsumen," kata Dirut PT Semen Tonasa,Sattar Taba yang
dihubungi INILAH.COM, Rabu (25/4).

Saat ini di sejumlah wilayah di Kalimantan, Sulawesi,Maluku dan Papua, permintaan pasokan semen sangat tinggi sehingga menyebabkan keterlambatan sejumlah proyek pembangunan di kawasan tersebut.

Akibat terbatasnya pasokan dan lambatnya distribusi menyebabkan sejumlah daerah mengalami kelangkaan semen. "Kami menyadari situasi itu, sehingga pembangunan pabrik baru unit V terus dipacu sehingga
secepatnya bisa berproduksi," ujar Sattar.

Dengan pabrik baru unit V ini, lanjutnya, Semen Tonasa bisa menambah kapasitas 3 juta ton lagi per tahun. Meski selama ini sebenarnya Semen Tonasa sudah mampu berproduksi 4 juta ton per tahun,rupanya belum mampu mengimbangi melonjaknya keperluan semen di Indoensia Timur.

Menuruit Sattar, pabrik Semen Tonasa memang akan menjadi salah satu andalan pembangunan di wilayah timur. Setelah pabrik unit V ini beroperasi, harus segera diputuskan untuk membangun pabrik yang keenam. Cadangan bahan baku di Tonasa seperti tidak terbatas. Pabrik itu terletak di bibir gunung kapur yang menjadi bahan bakunya. Tidak perlu biaya pengangkutan sama sekali. "Bahan baku di sini bisa untuk keperluan ratusan tahun," tandas Sattar. [rus]



Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

49260

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.