INILAH.COM, New York – Pertumbuhan ekonomi selama kuartal I tahun ini AS melemah, meleset dari perkiraan banyak kalangan. Berdasarkan data Departemen Perdagangan, Jumat (27/4/2012), PDB AS hanyak tumbuh 2,2%.
CNNMoney mengabarkan, Pertumbuhan itu dinilai terlalu lemah untuk menyediakan lapangan kerja bagi para penganggur di AS. Sebelumnya, kalangan ekonom memprediksi pertumbuhan hanya akan mencapai 2,5%.
Pertumbuhan ini hanya dipacu oleh penjualan ritel. Sedangkan lapangan kerja sempat tumbuh di Januari, namun turun kembali pada Maret. Pembangunan perumahan juga sempat marak di awal tahun, namun turun kembali. Inflasi naik di awal tahun akibat kenaikan harga gas.
Sementara itu, pengeluaran masyarakat naik 2,9%. Sebagian besar pengeluaran itu untuk kendaraan, dan barang kebutuhan sehari-hari yang naik 15,3%. [tjs]