Kamis, 18 September 2014 | 06:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemerintah Lamban Beraksi, Kuota BBM Subsidi Naik
Headline
inilah.com
Oleh: Tio Sukanto
ekonomi - Sabtu, 28 April 2012 | 17:30 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menilai pemerintah terlalu lambat dalam melakukan pengaturan BBM subsidi, sehingga kuota BBM subsidi bisa terlampaui dan terjadi penambahan anggaran subsidi.

"Harusnya pembatasan, ataupun kenaikan harga BBM subsidi sekalipun itu kan dilakukan tahun lalu. Tapi sejauh ini itu belum bisa dilakukan juga. Sebagai pelaksana (pengusaha SPBU) ya kita hanya bisa menunggu," kata Ketua Hiswana Migas, Eri Purnomo Hadi, kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (28/4/2012).

Menurut Eri, pemerintah seharusnya tegas dalam menerapkan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi untuk kendaraan pribadi. "Bulan April kan sudah mulai mau akhir, jadi segeralah ambil keputusan yang terbaik. Apalagi hingga Maret kemarin data Pertamina konsumsi sudah mencapai 17 persen. Ini kan berbahaya, bagi kuota itu," ujar dia.

Terkait pembangunan SPBU bahan bakar khusus (BBK) yang hanya menjual BBM nonsubsidi, ia mengatakan, hal tersebut hanya bersifat upaya sementara untuk menghemat konsumsi BBM subsidi.

Pertamina telah meluncurkan SPBU BBK terutama di kawasan elite untuk mendorong penggunaan pertamax dan mengurangi konsumsi BBM subsidi yang terus bertambah tiap tahunnya, karena meningkatnya industri kendaraan bermotor di tanah air. [mre]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER