Jumat, 1 Agustus 2014 | 02:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah InilahREVIEW Edisi ke-35
Ada Sinyal Buruk dari Belanda
Headline
Inilah.com
Oleh: Ali Sundoluhur
ekonomi - Selasa, 1 Mei 2012 | 14:52 WIB
Berita Terkait

Kabar mundurnya PM Belanda Mark Rutte terkait kegagalan mengendalikan defisit anggaran menjadi kejutan besar di Eropa. Inikah pertanda krisis Eropa justru makin dalam?

Senin pekan lalu bisa jadi merupakan hari paling mengejutkan bagi Eropa, bahkan dunia. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mundur! Kejutan bukan karena ia baru memerintah 18 bulan, tapi karena alasan pengunduran dirinya terkait kegagalan mengendalikan defisit dalam ambang batas yang disepakati Uni Eropa 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pengunduran diri Rutte disampaikan langsung kepada Ratu Beatrix di Den Haag.Namun, Ratu Beatrix meminta semua menteri dan wakil PM tetap bekerja semaksimal mungkin kendati ditinggal PM Rutte.

Pengunduran diri ini terjadi setelah Rutte gagal menyakinkan mitra koalisi, yaitu Partai Kebebasan (PVV) agar turut bersedia mendukung pemotongan anggaran negara sebesar 16 miliar euro. Pemotongan anggaran ini perlu karena defisit anggaran Belanda kian besar.

Menurut Biro Perencanaan Pusat, defisit anggaran akan naik jadi 4,7% dari PDB yang berarti melampaui batas maksimal dari ketentuan Uni Eropa sebesar 3%. Jika defisit terus membengkak, dikhawatirkan peringkat utang yang saat ini masih bertengger AAA akan turun.

Bisa dibilang, Belanda merupakan benteng Eropa karena negara ini menjadi satu dari empat negara yang peringkatnya masih berada di level AAA. Tiga negara lainnya adalah Jerman, Finlandia, dan Luxemberg.

Belanda sebagai kekuatan ekonomi terbesar kelima di zona euro merupakan negara yang paling stabil. Tapi pemerintah Belanda jadi korban dari perlawanan terhadap kebijakan penghematan yang diberlakukan oleh Uni Eropa. Pemerintah kehilangan dukungan dari sekutu utamanya sehingga terjadi kekacauan politik.

Harga obligasi Belanda jatuh cukup tajam Senin pekan lalu, tapi kemudian naik lagikarena para investor menilai fundamental ekonomi Belanda cukup baik.

Koalisi Bubar

Pemerintahan PM Rutte merupakan koalisi antara VVD, CDA, dan PVV. Mitra koalisi PVV pimpinan Geert Wilders menarik diri karena tidak sepakat dengan paket kebijakan efisiensi untuk menutup defisit anggaran menjadi 3%.

Wilders menolak karena paket kebijakan pengurangan defisit berupa penghematan sebesar 16 miliar euro itu akan mengorbankan daya beli kelompok pensiunan, merugikan ekonomi,dan memicu pengangguran. “Paket kebijakan efisiensi ini tidak mewakili kepentingan pemilih kami. (Koalisi) definitif bubar,” tandas Wilders.

Pernyataan itu menandai bubarnya perundingan mengenai paket kebijakan efisiensi yang telah berlangsung selama 50 hari. Perdana Menteri Mark Rutte (VVD) dan Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Ekonomi Maxime Verhagen (CDA) dengan keras menyalahkan Wilders.

“PVV gentar pada saat- saat terakhir atas konsekuensi dari komitmen yang telah dibuat. Akibatnya kita sekarang di sini dengan tangan hampa,” ujar Rutte.

“Harapan bahwa Belanda dalam waktu dekat keluar dari krisis telah dibuyarkan oleh PVV. Wilders tidak memiliki keberanian politik untuk mempertahankan apa yang telah disetujuinya," kecam Verhagen.

Mereka pantas gusar. Pasalnya, tenggat waktu dari Uni Eropa kian dekat. UE memberi batas waktu hingga 30 April 2012 kepada semua anggota, termasuk Belanda, untuk memaparkan penjelasan bagaimana mereka mengurangi defisit anggaran nasional. Kalau terlambat, Belanda akan dikenai finalti 1,2 miliar euro.

“Saya kira Belanda harus mengambil keputusan. Jelas bahwa defisit terlalu tinggi, dan harus diturunkan. Kini terdapat ketidakpastian tentang kapan dan bagaimana ini harus diatasi. Jika ketidakpastian dibiarkan dan tidak ditinjau segera, tentu saja peringkat akan turun, suku bunga akan tinggi, dan tentu saja akan terjadi semacam lingkaran setan. Hal itu harus dihindari. Saya kira sebagian besar partai politik sadar akan hal itu,” kata Lex Hoogdijk, ekonom University of Amsterdam.

Jalan Keluar

Namun, di tengah kegalauan itu, kabinet minoritas (CDA dan VVD) justru berhasil menyusun penghematan dratis atas dukungan tiga partai oposisi di parlemen. Loran Trouw menggambarkan ini sebagai jalan keluar yang unik.

Perundingan 7 minggu yang gagal dapat diatasi dalam dua hari. Menteri Keuangan Jan Kees de Jager (CDA) berhasil merangkul tiga partai oposisi di parlemen yaitu partai Demokrat D'66, Partai Kiri Hijau Groenlinks, dan Partai Kristen Konservatif Christen Unie untuk mendukung paket penghematan untuk dilaporkan ke Uni Eropa.

Tak berlebihan jika dibilang, kesepakatan ini merupakan keberhasilan Menteri Keuangan de Jager. Apa yang gagal dilakukan Perdana Menteri Mark Rutte, dengan gemilang digolkan oleh de Jager.

Lima ketua fraksi yang berhasil menyusun penghematan dratis tampil dengan tersenyum lebar di halaman muka koran de Volkskrant. Mereka adalah Stef Blok dari partai Liberal Konservatif VVD, Alexander Pechtold dari D'66, Jolande Sap dari GroenLinks, Arie Slob dari Christen Unie dan Sybrand van Haersma Buma dari Partai Kristen Demokrat CDA. Mereka berhasil melakukan penghematan sebesar 12 miliar euro.

Dengan bubarnya pemerintahan pimpinan PM Rutte, Ratu Beatrix menyerukan adanya pemilihan umum nasional yang digelar 12 September mendatang. Sebenarnya, menurut UU Pemilu Belanda, pemilu berikutnya dapat digelar 84 hari setelah jatuhnya kabinet.

Namun, karena pada periode itu dihitung sejak sekarang bertepatan dengan liburan panjang musim panas, maka mustahil bisa digelar pemilu. Kalaupun dipaksakan maka partisipasi pemilih akan sangat rendah sebab sebagian besar warga Belanda sedang berlibur.

Dengan demikian pemilu paling mungkin dapat digelar pada September atau Oktober. Namun, waktu yang cukup panjang hingga pemilu 12 September dapat membuka potensi guncangan politik dan ekonomi. Apapun yang terjadi, sebuah sinyal buruk telah dikirim dari Belanda untuk krisis Eropa yang lebih dalam.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di mahalah InilahREVIEW edisi ke-35 yang terbit Senin, 30 April 2012. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER