INILAH.COM, Ambon - Bank Indonesia (BI) dan TNI Angkatan Laut (AL) untuk pertama kalinya melakukan nota kesepahaman (MoU) untuk menyebarkan uang kas ke daerah-daerah terpencil.
"Pelaksanaan MoU antara BI dan TNI AL ini dilakukan dengan mensinergikan sesuai dengan tugas masing-masing untuk peredaran uang di Indonesia agar uang tetap segar dan bersih, di mana angkatan laut punya kekuatan (kapal) untuk mencapai daerah pesisir dan perbatasan," ujar Deputi Gubernur BI bidang Sistem Pembayaran Ronald Waas dalam bincang-bincangnya dengan wartawan di Ambon, Rabu (2/5/2012).
Dalam kerjasama ini, lanjut Ronald, TNI AL mempunyai kewajiban untuk menjangkau daerah-daerah pesisir atau perbatasan, sementara BI di sini bertugas untuk menitipkan uangnya. "Ini MoU pertama tahun ini setelah dilakukan uji coba pada pendistribusian uang kas ke Sangir-Talaud dan Pulau Natuna beberapa waktu lalu," tukasnya.
Jadi, TNI AL akan membantu BI dalam menyebarkan uang kas ke daerah-daerah terpencil atau perbatasan yang ada pangkalan Angkatan Lautnya.
Untuk penyebaran uang kas ke daerah terpencil di Ambon hingga Kupang ini, BI menyiapkan dana sebesar Rp10 miliar.
Dalam hal ini Bank Sentral akan menukar uang lusuh atau uang tak layak edar di pulau pesisir tersebut dengan uang baru serta melakukan penukaran uang pecahan yang dibutuhkan di daerah tersebut. "Ini salah satu tugas bank sentral dalam menjaga clean money policy, untuk daerah Ambon kita bawa kas Rp10 miliar untuk disalurkan ke sana," ungkap Ronald.
Untuk perjalanan bersih-bersih uang ini, bank sentral setidaknya akan mengunjungi 5 pulau pesisir dekat Ambon yaitu pulau Geser, Pulau Tual, Pulau Wetar, Pulau Kisar dan berakhir di Kupang. "Mulai di Ambon selesainya di Kupang, rute kapalnya begitu, di mana pangkalan angkatan kapal laut," tambahnya.
Sebelumnya BI juga telah melakukan kegiatan yang sama di kepulauan Manado yang tersebar di 3 kepulauan yaitu pulau Marore, Miangas dan Melanguane. Selain itu bank sentral juga melakukan bersih bersih uang lusuh kepulauan Natuna. "Itu tahun 2011 kemarin, kita membawa dan menukar uang sebanyak Rp3 miliar," pungkasnya.