INILAH.COM, Jakarta - Kondisi ekonomi pada triwulan II-2012 diperkirakan meningkat, sehubungan dengan bakal naiknya belanja barang tahan lama seperti barang elektronik dan mobil. Ini terjadi karena karena pendapatan masyarakat naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan II-2012 bakal meningkat ke 108,34 dari ITK triwulan I-2012 yang sebesar 106,54. Peningkatan ini berarti kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik.
"Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2012 didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga mendatang dan rencana pembelian barang tahan lama," papar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (7/5/2012).
Berdasar data BPS, variabel pembentuk ITK triwulan II terdiri dari perkiraan pendapatan rumah tangga pendatang dengan ITK 110,64 dan rencana pembelian barang-barang tahan lama (tv, vcd,/dvd player, radio, tape/compo, komputer, handphone, kulkas, mesin cuci, microwave/oven, AC, kendaraan bermotor, perhiasan) dengan ITK 104.
Ia menjelaskan, perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi, dengan 18 provinsi di antaranya memiliki nilai indeks di atas nasional. Tiga prvinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi pada triwulan II-2012 adalah DKI Jakarta (ITK=112,56), sulawesi Tengah (ITK=111,38), dan Sumatera Selatan (ITK=111,01).
ITK merupakan indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalab dan perkiraan pada triwulan mendatang. [tjs]