INILAH. COM. Bandung - Lembaga khusus diharapkan dapat dibangun untuk menciptakan sumber daya insani bagi bank syariah.
"Yang ideal sebaiknya ada lembaga khusus untuk mencetak sumber daya insani. Kalau bisa pengajarnya ada dari regulator, majelis ulama, dewan syariah,dan industri agar menciptakan sumber daya manusia yang baik," tutur Head of Syariah Business Unit Bank OCBC NISP Syariah Koko Djatur, Selasa (8/7/2012).
Menurut Koko, saat ini percepatan pengadaan sumber daya insani diharapkan dapat dilakukan agar bisnis syariah maju. Selain itu, sosialisasi konsep syariah perlu dilakukan kepada generasi muda agar menciptakan sumber daya manusia untuk industri keuangan syariah.
Koko mengakui memang selama ini perekrutan sumber daya manusia untuk bank syariah berasal dari bank konvensional. Hal ini dilakukan agar proses pembelajaran lebih mudah.
Namun sisi lain bank konvensional semakin bertumbuh didorong dari pertumbuhan ekonomi Indonesia baik. "Pertumbuhan ekonomi dengan pengadaan sumber daya insani itu menjaadi tidak seimbang. Sehingga dibutuhkan percepatan pengadaan sumber daya insani," kata Koko.
Sementara itu, Direktur Bank Danamon Syariah Hery Hikmanto mengatakan, selama ini pihaknya juga mengambil pegawai dari bank konvensional Bank Danamon untuk dapat berkarya di bank syariahnya.
Hal itu dilakukan lebih mudah untuk memberikan pembelajaran dibandingkan merekrut fresh graduate."Dengan yang berpengalaman jauh lebih mudah," tutur Hery.
Executive Director Islamic Banking Department Bank Indonesia Edy Setiady menuturkan, perekrutan sumber daya manusia untuk bank syariah memang selama ini transfer dari bank konvensional.
Pihaknya melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dan institusi lain seperti masyarakat ekonomi syariah untuk melakukan training. Dengan training tersebut dapat menciptakan potensi pegawai bank syariah. "Kami juga akan memperbanyak sosialisasi," kata Edy. [rus]