INILAH.COM. Jakarta - Meski berlaku penyesuaian harga beli gas bumi Perusahaan Gas Negara (PGN) dari ConocoPhillips dan Pertamina EP, BUMN tersebut berkomitmen meningkatkan pasokan gas bumi dalam negeri.
"Meskipun dengan peningkatan harga beli PGN mencapai lebih dari 200 persen, namun dalam rencana penyesuaian harga jual gas bumi kepada pelanggan, PGN tetap memperhatikan kepentingan, prinsip keekonomian dan daya saing konsumen," ujar Heri Yusup, Sekretaris Perusahaan PGN dalam rilisnya, Selasa (8/5/2012).
Menurutnya, kebijakan penyesuaian harga ini merupakan bentuk dukungan PGN dalam upaya pemerintah menaikkan sumber pemasukan bagi Negara dan juga menggiatkan kegiatan operasi migas.
Hal tersebut juga menjadi harapan bagi PGN agar alokasi gas bumi dalam negeri dapat semakin meningkat seiring dengan peningkatan ketersediaan pasok di hulu untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di hilir.
Gas bumi yang mengalami penyesuaian harga tersebut adalah gas bumi yang dialirkan melalui pipa transmisi South Sumatra West Java (SSWJ) yang mulai dioperasikan tahun 2008. Selama ini gas dari SSWJ menyuplai kebutuhan konsumen di wilayah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.
Gas dari kedua produsen tersebut melayani pelanggan pembangkit Listrik (PLN) dan industri baik sebagai energi bagi mesin-mesin produksi maupun sebagai bahan baku. Gas SSWJ juga melayani kebutuhan komersial seperti hotel, apartemen, mall, usaha UMKM, transportasi, dan rumah tangga. [rus]