Rabu, 19 Juni 2013 | 11:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus Astro
Ralph Marshall 'Tangan Kanan' Miliarder Malaysia
Headline
Ralph Marshall - IST
Oleh: Charles MS
ekonomi - Rabu, 9 Mei 2012 | 04:15 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Kepolisian Indonesia menginginkan penangkapan Ralph Marshall, tangan kanan (orang terdekat) miliarder Malaysia T. Ananda Krishnan, atas penipuan dan tuduhan pencucian uang.

Hal ini dilaporkan media lokal Malaysia mengutip situs themalaysianinsider.com. Marshall yang adalah CEO group Astro kawasan Asia, sekarang secara resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan kepolisian di seluruh negara telah diminta untuk menahannya. Ini dilakukan setelah Marshall berdasarkan hasil peyelidikan Oktober lalu oleh India's Central Bureau of Investigation (CBI) terkait tuduhan melakukan konspirasi kriminal atas sebuah kesepakatan yang melibatkan Maxis dan Indian telco Aircel.

Sebelumnya dilaporkan pihak kepolisian Indonesia telah memasukkan Marshall dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pidana terkait pemalsuan ketika ia terlibat dengan kemitraan Astro Indonesia. Marshall sebelumnya sempat dituduh terkait pembuatan dokumen yang merugikan kemitraan Astro dengan PT Ayunda Prima Mitra di Indonesia senilai US$90 juta (RM270 juta).

Pengacara PT Ayunda Prima Mitra, Eko Purwanto mengatakan dalam suratnya Kepolisian Indonesia berisi petunjuk kepada kepolisian di seluruh negara untuk menangkap Marshall dan membawanya untuk diinterogasi. Abimanyu Kameshwara, pengacara lain untuk First Media, anak usaha Ayunda Prima Mitra, mengatakan Marshall dituduh menyalahgunakan dana operasional dari Astro Nusantara senilai US$90 juta.

First Media adalah bagian dari Grup Lippo, yang berafiliasi dengan Jakarta Globe. Perusahaan televisi berbayar yang dimiliki Ayunda, Direct Vision, bermitra dengan Astro Asia dari 2006-2008 untuk melayani satelit televisi Indonesia di bawah merek dagang Astro Nusantara.

Astro Nusantara berhenti operasi pada Oktober 2008 karena perselisihan komersial antara Astro Asia dan Grup Lippo menurut Jakarta Globe.

Laporan lain mengutip pengacara Astro mengatakan bahwa Marshall tidak akan menyerahkan diri kepada pihak berwenang. Pengacara Astro, Hafzan Taher, mengatakan tuduhan terhadap Marshall tidak berdasar dan menyesatkan. "Ralph Marshall tidak pernah berperan dalam operasional dalam Direct Vision atau sama sekali tidak pernah punya tanggung jawab sama sekali di perusahaan," kata Hafzan dari kantor pengacara Soemadipradja & Taher dalam sebuah pernyataan. "Jika dia datang ke Indonesia, itu sama saja dengan menyerahkan lehernya untuk digantung," kata Hafzan. "Ini adalah situasi yang kurang menguntungkan karena Ralph Marshall adalah CEO sehingga menjadi perhatian besar."

Hafzan juga sebelumnya telah meminta klarifikasi dari polisi atas ditetapkannya Marshall menjadi tersangka karea ia mengklaim bahwa polisi telah menjatuhkan kasus 2010 dengan kurangnya bukti. Marshall yang dicurigai telah membuat dokumen palsu seolah-olah Direct Vision berutang ke Astro Nusantara yang meyebabkan terjadinya kerugian PT Ayunda Prima Mitra senilai US$90 juta.

Polisi India tiba di Malaysia akhir bulan lalu dalam upaya untuk mendapatkan akses ke informasi yang berkaitan dengan kontroversial Maxis terkait akuisisi Aircel India yang diduga melibatkan RM351 juta untuk menyuap mantan Menteri Telekomunikasi India Dayandhi Maran dan saudaranya.


CBI telah mengajukan kasus korupsi pada 10 Oktober tahun lalu terhadap Ananda, yang mengendalikan Maxis, Marshall, yang adalah seorang direktur non-eksekutif di Maxis, dan Marans. "CBI ingin mengetahui secara detil beberapa transaksi keuangan, selain merekam pernyataan direktur non-eksekutif perusahaan yang telah diidentifikasi oleh CBI pada bulan Oktober tahun lalu," The Times of India melaporkan, merujuk kepada Marshall.

Baik Dayanidhi dan Maxis telah membantah semua tuduhan, dengan bersikeras bahwa pembelian saham Aircel dari Sivasankaran senilai RM2,5 miliar adalah willing-buyer, willing seller basis.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.