INILAH.COM. Jakarta - Produksi biji kakao nasional terancam menurun tahun ini, menyusul rusaknya 450 ribu hektar lahan di Jabar akibat faktor cuaca ekstrem yang melanda daerah sentra produksi.
Demikian disampaikan Direktorat Jenderal Perkebunan Tanaman Rempah dan Penyegar Kementerian Pertaninan, Azwar AB, di Jakarta Rabu (9/5/2012). "Kurang lebih ada 4.500 hektar lahan kakao di Jawa Barat yang mengalami kerusakan sehingga gagal panen," kata Azwar.
Menurut Azwar kerusakaan lahan tersebut diakibatkan tanaman terserang penyakit dan hujan yang berkepanjangan, akibatnya lahan jadi tidak maksimal. Selain itu lahan tersebut juga berusia puluhan tahun atau 50 tahunan. "Saat ini ada 8000 hektar yang masih dalam tahap rehabilitasi," ujar dia.
Menurutnya, sekarang ini setidaknya luas areal lahan perkebunan kakao di Jawa Barat yang sudah digunakan adalah 12.550 hektar. Sementara status lahan luas areal perkebunan rakyat sebesar 9.018 hektar, perkebunan negara sebesar 925 hektar dan perkebunan swasta sebesar 965 hektar. Produksi biji kakao nasional ditargetkan mencapai 500 ribu ton di 2012. [rus]