INILAH.COM, Tangerang - PLN bersedia mengimpor listrik untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan listrik bagi indutsri yang membangun pabrik pemurnian dan pengolahan bahan mineral tambang (smelter).
Menurut Dirut PT PLN, Nur Pamudji, dengan Permen ESDM 07/2012 akan terjadi peningkatan penggunaan listrik di daerah pertambangan, seperti halnya di daerah Kalimantan dan Sumatera.
Bahkan untuk bila memang kebutuhan listrik tersebut meningkat pesat PLN bersedia melakukan impor listrik dari negara tetangga sesuai dengan peraturan yang sudah dibakukan tahun ini.
"Agar ketersedian listrik tidak terbatas oleh PLN, kalau memang bisa dilakukan impor kenapa tidak," ujar Nur Pamudji, di Tangerang, Kamis (10/5/2012). Kebutuhan listrik untuk satu smelter setidaknya membutuhkan listrik 1.250 mega watt.
Di satu sisi, lanjut Pamudji, pembangunan industri peleburan bahan baku mineral tersebut merupakan peluang besar bagi PLN untuk menyediakan listrik."Karena itu kami sudah mengantisipasi untuk pemenuhan kebutuhan pasokan tersebut dan langkah-langkah termasuk impor listrik kalau perlu," ujarnya. [rus]