INILAH.COM, Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai terlalu dini bagi pemerintah untuk mempertimbangkan ulang rencana pembelian pesawat Shukoi dari Rusia, menyusul kecelakaan Shukoi Superjet 100 di Gunung Salak.
Saat ini, perhatian pemerintah adalah pada kecelakaan tersebut dengan meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk turun tangan menyelidiki kecelakaan tersebut. "Terlalu dini, saya mengait-ngaitkan itu (pembelian Shukoi). Biarlah KNKT, melakukan penyeledikan itu," ujar Hatta di Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Pemerintah, dalam hal ini Kemenhan, memang sudah memesan enam buah pesawat tempur Shukoi SU-30MK2 dalam proyek pengadaan alutsista TNI-Polri. Pengadaan pesawat ini sempat mendapat sorotan karena dianggap terjadi penggelembungan harga.
Sementara itu, untuk pesawat sipil, sejumlah perusahaan penerbangan swasta sudah menandatangani pembelian Shukoi Superjet 100. Sedikitnya 30 pesawat sudah dipesan oleh Kartika Airlines, Pelita Air, dan Sky Aviation, PT Dirgantara Air Service, PT Sabang Merauke Air Service, PT Merukh Ama Coal.
Hatta mengaku prihatin dan menyampaikan belasungkawanya atas kecelakaan tersebut. "Saya sangat prihatin, artinya atas terjadinya kecelakaan tersebut, turut berbela sungkawa bagi saudara-saudara kita yang mengalami musibah itu," ungkapnya. [tjs]