INILAH.COM, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar mengajak negara-negara Asean untuk meningkatkan kerjasama regional dalam mengembangkan keterampilan kerja pekerja usia muda dan jaminan perlindungan sosial dan peningkatan perlindungan pekerja migran.
Pernyataan tersebut diungkapkan Menakertrans Muhaimin Iskandar saat menyampaikan sambutan dalam sidang Asean Labour Minister Meeting (ALMM) ke-22 di Pnomh Penh, Kamboja yang diadakan pada 10-11 Mei 2012. Pertemuan Menteri-.enteri Tenaga Kerja negara-negara ASEAN ini dihadiri 10 negara anggota Asean dan perwakilan 3 negara dari China, Jepang dan Korea Selatan.
“Kerja sama regional di bidang ketenagakerjaan dibutuhkan untuk saling membantu antar negara Asean sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan negara dan wilayah,“ kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan tertulis Pusat Humas Kemnakertrans di Jakarta Kamis (10/5/2012).
Dalam sambutannya, Muhaimin mengingatkan kepada negara-negara Asean agar memberikan perhatian khusus dalam kerjasama meningkatkan kualitas tenaga kerja usia muda yang terampil. “Negara-negara Asean punya tujuan di masa mendatang untuk menciptakan pasar tunggal dan produksi dasar yang stabil, kompetitif dan ekonomis dengan terintegrasi,” kata Muhaimin.
Oleh karena ini menurutnya, perlu adanya fasilitas khusus yang efektif bagi tenaga kerja muda dan pekerja migran dalam pengembangan sektor perdagangan dan investasi, lanjutnya, akan memperlancar distribusi barang, jasa, dan mempermudah akses bagi pekerja terampil antarnegara. Negara-negara Asean perlu mengetahui tentang pengembangan keterampilan yang menjadi satu kunci keberhasilan dalam menangani pengangguran usia muda. “Pengembangan keterampilan kewirausahaan penting untuk pemuda di daerah pedesaan, yang akses ke pasar tenaga kerja formal terbatas,” tegasnya
Selain itu, negara-negara Asean juga perlu menyadari tentang pengembangan keterampilan yang menjadi satu kunci keberhasilan dalam menangani pengangguran usia muda. “Pengembangan keterampilan kewirausahaan penting untuk pemuda di daerah pedesaan dan perkotaan, yang akses ke pasar tenaga kerja formalnya terbatas.” TIO