INILAH.COM. Jakarta - PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) mengumpulkan pendapatan premi sebesar Rp418 miliar pada kuartal I-2012 atau naik sebesar 518% dibanding periode yang sama 2011 yang sebesar Rp81 miliar.
Zaafri Razief Amir, Direktur Utama Asuransi Ekspor, mengatakan perusahaan menargetkan perolehan premi sebesar Rp1,025 triliun sampai dengan akhir tahun 2012 ini.
"Kenaikan luar biasa dari pendapatan premi kuartal I 2012 ini disebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik, yang bukan saja hanya didorong oleh sektor konsumsi semata, tapi juga investasi yang ikut menunjang pertumbuhan bisnis asuransi dalam negeri," jelasnya di Jakarta, Jumat (11/5/2012).
Selain itu, ASEI juga berhasil membukukan laba bersih kuartal pertama 2012 sebesar Rp28 miliar atau naik 17% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24 miliar. "Kami menargetkan laba sebesar Rp77 miliar di 2012," katanya.
Untuk klaim nasabah, menurut Zaafri, terjadi penurunan dari Rp14 miliar pada kuartal I 2011 menjadi hanya Rp9 miliar pada periode serupa 2012 . "Penurunan ini merupakan imbas dari kondisi makro ekonomi yang juga menurun dan berakibat pada penurunan suku bunga," katanya seraya memprediksi klaim di 2012 bisa mencapai Rp120 miliar.
Adapun fokus usaha ASEI didukung dari perkembangan asuransi umum (AU) yang mencapai 90%, asuransi ekspor (AE) 2%, asuransi kredit (AK) 5%, dan suretyship (SS) 3%.
"Asuransi ekspor itu spesialisasi kami. Cuma kami yang punya. Tapi, karena memang permintaan untuk asuransi umumnya semakin besar, kami layani," paparnya. [rus]